Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Tuchel Bidik Prestasi Terbaik Inggris di Piala Dunia dalam 60 Tahun

Amerika Serikat ;Abaikan kritik, fokus utama pelatih Inggris, Thomas Tuchel, kini adalah membawa The Three Lions menutup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan atas Prancis.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel mau seluruh anak asuhnya bikin tato bila Piala Dunia 2026.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel mau seluruh anak asuhnya bikin tato bila Piala Dunia 2026.

Thomas Tuchel menegaskan Inggris tetap memiliki target besar saat menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Pelatih asal Jerman itu ingin membawa The Three Lions meraih peringkat ketiga, yang menurutnya akan menjadi pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir.

Inggris akan menghadapi Prancis di Miami Stadium, Sabtu (18/7/2026) waktu setempat atau Minggu (19/7/2026) dini hari WIB. 

The Three Lions gagal melangkah ke final usai kalah dramatis 1-2 dari Argentina di babak semifinal. Dalam laga tersebut, Inggris sempat unggul 1-0 sebelum Argentina membalikkan keadaan lewat dua gol di penghujung pertandingan.

Namun, alih-alih membahas persiapan menghadapi Prancis, konferensi pers Tuchel justru lebih banyak diwarnai pertanyaan mengenai keputusan-keputusan yang diambilnya pada babak kedua saat melawan Argentina. 

Tuchel mendapat kritik tajam karena melakukan sejumlah pergantian pemain yang dianggap terlalu defensif sehingga memberi ruang bagi Argentina untuk terus menekan hingga akhirnya membalikkan keadaan.

Meski menjadi sasaran kritik, Tuchel menegaskan dirinya sama sekali tidak menyesali keputusan yang diambil pada laga tersebut.

"Kalau pertanyaannya apakah saya menyesali keputusan-keputusan itu, maka jawabannya tidak. Saya tidak menyesal karena saya merasa tim kami mulai bermain terlalu pasif," kata Tuchel dikutip dari Reuters, Sabtu (18/7/2026).

"Saya mengambil beberapa keputusan dengan mempercayai insting, intuisi, pengalaman, dan semangat kompetitif saya. Saya mengambil keputusan itu untuk membantu tim meraih hasil yang kami inginkan," ia menambahkan.

"Saya justru akan menyesal jika saya tidak mencoba membantu tim. Saya akan menyesal jika kami tidak bereaksi. Tetapi saya tidak menyesali keputusan itu sendiri," ucapnya.

Menurut Tuchel, banyak pihak terlalu menyederhanakan analisis pertandingan dengan hanya melihat pergantian pemain dari sudut pandang menyerang atau bertahan. Padahal, menurutnya, dinamika pertandingan jauh lebih kompleks.

Ia juga mengakui bahwa perjalanan panjang Inggris sepanjang turnamen kemungkinan ikut memengaruhi kondisi para pemain.

Inggris harus melewati laga babak 16 besar melawan Meksiko di dataran tinggi, kemudian menjalani pertandingan perempat final melawan Norwegia hingga babak tambahan waktu di tengah cuaca panas menyengat di Miami, ditambah perjalanan antarkota yang cukup menguras tenaga.

"Tidak ada yang tahu bagaimana hasilnya jika saya melakukan pergantian pemain yang berbeda," ujar Tuchel.

"Kalau orang membutuhkan drama atau ingin mencari kambing hitam, silakan saja. Tetapi saya berhak untuk tidak ikut terlibat dalam permainan saling menyalahkan itu."

Ketika ditanya mengenai komentar yang menyebut pergantian pemainnya sebagai tindakan "pengecut", Tuchel memilih tidak terpancing.

"Saya tidak membaca pujian dan saya juga tidak mempercayai komentar seperti itu," katanya.

Fokus utama Tuchel kini adalah membawa Inggris menutup turnamen dengan kemenangan. Menurutnya, finis di posisi ketiga akan menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi sepak bola Inggris.

"Kalau kami menang nanti, itu akan menjadi hasil terbaik Inggris di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir. Itulah perspektif yang harus dilihat," ujarnya.

Inggris memang terakhir kali menjadi juara dunia pada 1966. Setelah itu, mereka dua kali tampil dalam laga perebutan tempat ketiga, yakni pada Piala Dunia 1990 dan 2018, tetapi selalu berakhir dengan kekalahan.

Perubahan Menghadapi Prancis

Tuchel memastikan akan melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain saat menghadapi Prancis. Meski mengakui tidak ada satu pun tim yang benar-benar ingin memainkan laga perebutan tempat ketiga, ia menilai pertandingan ini tetap penting untuk menunjukkan bahwa Inggris mampu bersaing dengan negara-negara terbaik dunia.

"Tidak ada yang ingin bermain di pertandingan ini. Keempat tim tentu ingin berada di New York untuk final," kata Tuchel.

"Tetapi ini tetap pertandingan resmi Piala Dunia. Ini adalah laga besar melawan salah satu tim terbaik di dunia."

"Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kami benar-benar memiliki kualitas seperti yang telah kami tampilkan sepanjang turnamen. Saya tidak meragukan hal itu sama sekali," ia menegaskan.(*)

Hide Ads Show Ads