Menko Polkam Sebut Tren Terorisme Menurun, Semua Pihak Diminta Tetap Waspada
Jakarta; Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan tidak boleh lengah meski ancaman terorisme di Indonesia saat ini semakin terkendali. Menurutnya, kewaspadaan dan kolaborasi harus terus diperkuat agar kondisi kondusif yang telah tercipta dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
![]() |
| Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago |
Hal tersebut disampaikan Djamari saat memberikan keynote speech sekaligus membuka Kegiatan Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Menko Polkam mengatakan Indonesia berhasil mempertahankan tren penurunan insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir. Capaian itu tercermin dalam Global Terrorism Index 2026 yang menempatkan Indonesia pada kategori medium impacted, serta Global Peace Index 2026 yang mengategorikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat perdamaian medium.
"Angka terorisme memang sedang menurun, bahkan kita mampu mengendalikan hingga kondisi seperti sekarang. Namun, situasi ini bukan sesuatu yang membuat kita berpuas diri. Justru kondisi yang kondusif harus semakin meningkatkan perhatian dan kewaspadaan kita," ujar Djamari, Senin, 27 Juli 2026.
Ia menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah yang lebih efektif dibandingkan penanganan setelah ancaman muncul. Karena itu, implementasi Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) harus dilaksanakan secara terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan.
"Kegiatan hari ini merupakan awal kerja sama kita semua untuk melaksanakan pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang lebih terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan. Mari kita satukan langkah, perkuat komitmen, dan bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang aman, damai, tangguh, dan berketahanan terhadap segala bentuk ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme," ucapnya.
Dalam arahannya, Djamari juga mengutip bait-bait Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. Menurutnya, nilai kepemimpinan, musyawarah, integritas, dan kerja sama yang terkandung dalam gurindam tersebut relevan untuk memperkuat sinergi antarkementerian, antarlembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat dalam mencegah berkembangnya ekstremisme berbasis kekerasan.
Sementara itu, Kepala BNPT Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono menegaskan bahwa kolaborasi menjadi faktor utama keberhasilan implementasi RAN PE. Ia mengakui kolaborasi mudah diucapkan, namun membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh pihak agar dapat diwujudkan dalam langkah nyata.
"Dengan kehadiran Bapak Menko Polkam dan seluruh pihak yang hadir pada kegiatan ini, kami optimistis penguatan kolaborasi dalam pelaksanaan RAN PE akan berjalan dengan baik dan lancar," kata Eddy.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi, komitmen, dan langkah yang sama dalam mencegah berkembangnya ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Upaya itu diharapkan mampu mempertahankan tren penurunan angka terorisme sekaligus memperkuat keamanan nasional dan ketahanan bangsa.(*)
