Wali Kota Bandung Kecam Dugaan Penyerangan Akademi Persib di Rest Area KM 360 Tol Batang
BANDUNG: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengecam dugaan penyerangan terhadap pemain dan ofisial Akademi Persib di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah. Ia meminta kasus tersebut diusut tuntas sekaligus memastikan para pemain muda mendapatkan perlindungan dan pendampingan psikologis.
Farhan mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa para pemain akademi tersebut. Menurutnya, mereka merupakan talenta muda yang tengah menjalani pembinaan untuk mengembangkan kemampuan di bidang sepak bola.
Ia menyebut turut menginisiasi pendirian Diklat Persib yang kemudian berkembang menjadi Akademi Persib sejak 2013. Karena itu, perlindungan terhadap pemain muda, khususnya saat melakukan perjalanan ke luar kota, perlu menjadi perhatian bersama.
“Saya memastikan bahwa pihak kepolisian di Jawa Tengah sedang melakukan pengusutan, dan bersama manajemen Persib kita akan menindaklanjuti secara hukum. Selain itu, Pemerintah Kota Bandung akan memberikan perlindungan khusus kepada talenta muda sepak bola kita,” ujar Farhan, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pemkot Bandung, lanjutnya, akan mengupayakan mekanisme perlindungan yang lebih terstruktur bagi tim Akademi Persib saat menjalani kegiatan di luar kota. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan perjalanan tim mendapat pengamanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Selain perlindungan fisik, Farhan menyoroti kemungkinan dampak psikologis yang dialami para pemain setelah kejadian tersebut. Pemkot Bandung akan melakukan penilaian awal sebelum melibatkan tim psikologi klinis untuk memberikan pendampingan sesuai kebutuhan. Ia juga berencana berkomunikasi dengan para pemain dan orang tua guna mengetahui kondisi serta dampak yang mereka alami.
“Kemungkinan besar ada dampak pascatrauma. Saya akan berkomunikasi langsung dengan mereka terlebih dahulu untuk melakukan penilaian, lalu akan melibatkan tim psikologi klinis untuk memberikan pendampingan,” katanya.
Farhan menegaskan, berdasarkan klarifikasi dari pihak Persib, seluruh rombongan telah kembali ke Bandung dengan selamat. Tidak ada pemain, ofisial, maupun anggota keluarga rombongan yang tertinggal di lokasi kejadian.
Meski demikian, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka akibat pecahan kaca dan penganiayaan. Peristiwa tersebut kini dalam penyelidikan kepolisian untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Farhan berharap penyelidikan dapat dituntaskan sehingga kasus tersebut diproses melalui jalur hukum dan keadilan bagi para korban dapat ditegakkan.(*)
