Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Dikeluhkan Petani, Eceng Gondok Penuhi Irigasi di Karawang, Aliran Tersumbat dan Dipertanyakan Kinerja Waker

KARAWANG: Keluhan petani dan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang mencuat. Aliran irigasi yang menjadi nadi pertanian Karawang sebagai lumbung padi kini dipenuhi eceng gondok.(8/10/26)

Foto : saluran irigasi Telagasari -Tempuran

Bukan hanya membuat kumuh dan bau, tumpukan eceng gondok itu diduga menjadi penyebab utama penyempitan dan pendangkalan saluran irigasi. Dampaknya, aliran air ke sawah tersendat, bahkan di beberapa titik meluap saat hujan.

Pantauan di lapangan, irigasi sekunder di wilayah Kecamatan Tempuran, Cilamaya Wetan, Kotabaru, hingga Karawang Barat tampak hijau pekat tertutup eceng gondok. Warga harus menyibak gulma air itu agar perahu kecil bisa lewat.

PETANI: AIR JADI LAMBAT, SAWAH TERANCAM KEKERINGAN

"Kalau sudah kayak karpet begini, air jadi lambat Pak. Sawah di hilir gak kebagian. Padahal sekarang masa tanam," keluh Jajang (52), petani di Tempuran*, saat ditemui Rabu (8/10).

Senada, Ujang, Ketua Kelompok Tani di Cilamaya, mengaku petani terpaksa gotong royong membersihkan sendiri.

"Kami yang bersihin pakai sabit, pakai perahu. Kalau nunggu dibersihin petugas, keburu padi kami mati. Waker jarang kelihatan," ujarnya.

KADES: KAMI LAPOR, TAPI LAMBAT DITANGANI

Seorang kepala desa di wilayah irigasi utara Karawang yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah berkali-kali melaporkan ke petugas.

"Kami lapor ke waker, lapor ke UPTD. Jawabannya selalu anggaran terbatas, alat berat belum ada. Padahal eceng gondok ini tiap minggu tumbuh lagi. Kalau dibiarkan, irigasi bisa dangkal total," tegasnya.

PERTANYAAN BESAR: KEMANA WAKER DAN ANGGARAN PERAWATAN IRIGASI

Kondisi ini mempertanyakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) petugas penjaga pintu air atau yang dikenal Waker, serta birokrasi yang bertanggung jawab atas perawatan irigasi.

Di Karawang, pengelolaan irigasi terbagi dalam beberapa kewenangan:

1. Irigasi Primer & Sekunder besar:* Di bawah *Perum Jasa Tirta (PJT) II

2. Irigasi Tersier hingga ke sawah: Di bawah Dinas PUPR Karawang dan Dinas Pertanian

Setiap saluran seharusnya memiliki waker yang bertugas membuka-tutup pintu air, menjaga kebersihan, dan melaporkan pendangkalan.

"Seharusnya waker itu patroli tiap hari. Eceng gondok itu tidak tumbuh dalam sehari, butuh minggu. Kalau sampai menutup total, berarti patroli dan perawatan tidak jalan," ujar pengamat pertanian Karawang, Asep Saepulloh.

Ia menilai, pembersihan eceng gondok tidak bisa hanya mengandalkan gotong royong petani.


Hingga berita ini diturunkan, Dinas PUPR Karawang dan pihak PJT II  belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal normalisasi dan pembersihan eceng gondok di saluran irigasi yang dikeluhkan warga.

Warga dan petani berharap, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga merawat infrastruktur lama yang menjadi urat nadi pertanian Karawang.

Jika irigasi tersumbat eceng gondok, yang rugi bukan hanya petani, tetapi juga target swasembada pangan Karawang.(*)

Hide Ads Show Ads