Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Kebakaran Kebun Bambu di Cimahi Utara Bikin Warga Panik

Cimahi : Kepulan asap tebal disertai kobaran api di kawasan kebun bambu Kampung Ciuyah, RW 12, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, membuat warga sekitar panik pada Sabtu 26 September 2026 sore. Kebakaran yang terjadi di lahan kosong tidak jauh dari Kompleks Pancanaka Royal Garden itu dengan cepat menarik perhatian warga dari kawasan permukiman.
Petugas damkar cimahi memadamkan api yang membakar kebun bambu (Foto: damkar cimahi)

Api mulai terlihat sekitar pukul 17.32 WIB dan membakar area kebun bambu yang berada di lahan kosong tersebut. Kobaran api kemudian menimbulkan kepulan asap yang cukup tebal sehingga terlihat jelas dari lingkungan permukiman warga.

Petugas Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi kemudian dikerahkan untuk menangani kebakaran setelah laporan diterima. Regu 1 langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.47 WIB dengan waktu respons enam menit sejak laporan diterima pada pukul 19.41 WIB.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan petugas segera melakukan pemadaman sekaligus blocking untuk mencegah api merambat ke area lain.

"Petugas mengerahkan satu unit kendaraan pancar untuk melakukan pemadaman di lokasi kebakaran." ujar Aep saat dikonfirmasi, Minggu 27 September 2026.

Penanganan kebakaran juga melibatkan dua personel Damkar bersama BPBD dan warga setempat. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar.

Objek yang terbakar merupakan lahan kosong berupa kebun bambu dengan luas keseluruhan sekitar 15.000 meter persegi. Dari luasan tersebut, area yang terdampak kobaran api diperkirakan mencapai sekitar 7.000 meter persegi.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran kebun bambu tersebut. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendataan, dengan laporan awal menyebut adanya dugaan unsur kelalaian.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses overhaul untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala. Petugas juga melakukan pendataan terhadap area yang terdampak kebakaran sebagai bagian dari penanganan di lokasi.

"Penanganan selesai sekitar pukul 21.25 WIB dan regu kembali ke Mako pada pukul 21.38 WIB." katanya.

Petugas Damkar mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama di area lahan kosong dan kawasan yang ditumbuhi vegetasi kering. Kondisi lingkungan yang mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani.(s)

Hide Ads Show Ads