Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Kemarau Panjang, Petani Cabai di Gunungkidul Gagal Panen

Yogyakarta : Musim kemarau selama sekitar tiga bulan membuat tanaman cabai di kawasan Embung Dendeng, Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, mulai mengering dan layu. Kondisi itu terjadi setelah embung yang menjadi sumber utama pengairan lahan pertanian mengalami penyusutan debit hingga mengering.
Kemarau Panjang, Petani Cabai di Gunungkidul Gagal Panen
Kemarau Panjang, Petani Cabai di Gunungkidul Gagal Panen

Sejak akhir Mei lalu, volume air di embung terus berkurang hingga akhirnya tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan irigasi petani. Kondisi tersebut membuat tanaman cabai kekurangan air, terlebih di tengah cuaca panas dan curah hujan yang minim.

Satu per satu tanaman mulai layu. Buah yang diharapkan bisa menambah penghasilan petani juga tidak lagi berkembang secara optimal. 

Meski demikian, sebelum tanaman mengering, sejumlah petani masih sempat melakukan panen sebanyak dua kali.3

Namun, hasil panen yang diperoleh dinilai belum sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan, mulai dari pembelian bibit, pupuk, obat-obatan, hingga biaya perawatan tanaman selama masa tanam.

Petani masih memiliki pilihan untuk menyelamatkan tanaman, salah satunya dengan mendatangkan air menggunakan truk tangki.

Namun, upaya tersebut menambah beban biaya produksi karena harus mengeluarkan biaya 150 ribu rupiah untuk satu truk tangki.

Biaya tersebut dirasa terlalu tinggi jika harus dilakukan berulang kali, sementara hasil penjualan cabai belum mampu menutup modal yang telah dikeluarkan.

Sejumlah petani akhirnya memilih tidak lagi menyiram tanaman. Tanaman yang seharusnya menjadi sumber penghasilan terpaksa dibiarkan mengering di lahan.

Kondisi ini tidak hanya membuat petani kehilangan hasil panen, tetapi juga berisiko mengganggu rencana tanam mereka pada musim berikutnya.

Sukaryoto, salah seorang petani cabai, mengatakan kondisi kekeringan tahun ini terjadi di luar perkiraan. Minimnya hujan membuat tanaman yang mengandalkan air hujan tidak mampu bertahan.

"Ini kekeringan memang tak terduga. Karena musim kemaraunya itu kering, jadi orang menanam kekurangan air. Dengan tidak ada air hujan, otomatis karena tanaman mengandalkan air hujan, otomatis tanaman ya mati," ujar Sukaryoto kepada tvrinews.com, Senin, 10 Agustus 2026.

Para petani berharap curah hujan dapat segera kembali normal sehingga Embung Dendeng dapat terisi dan ketersediaan air untuk lahan pertanian kembali terjaga.

Dengan ketersediaan air yang mencukupi, petani berharap bisa kembali menanam cabai dan memulihkan penghasilan yang terganggu akibat kemarau panjang tahun ini.(*)

Hide Ads Show Ads