Kemenkes: Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD, CFR Turun Jadi 0,4 Persen
Jakarta: Untuk pertama kalinya dalam kurun lima tahun, tingkat kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia berhasil ditekan hingga mencapai rekor terendah.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Asnawi Abdullah, melaporkan bahwa Case Fatality Rate (CFR) DBD pada 2025 turun menjadi 0,4 persen, setelah sebelumnya berada di kisaran 0,9 persen pada 2021.
Dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (13/2/2026), Asnawi menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan membaiknya kualitas penanganan pasien di fasilitas layanan kesehatan.
“Penurunan ini membuktikan bahwa meski dengue tetap ditemukan di berbagai wilayah, risiko kematian akibat penyakit ini menurun sangat signifikan,” kata Asnawi dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Asnawi mengingatkan bahwa Indonesia sempat berhadapan dengan lonjakan kasus besar pada 2024, terutama dipicu kondisi cuaca ekstrem akibat El Niño. Meski demikian, tren di 2025 menunjukkan pemulihan yang dinilainya sangat cepat dan efektif.
“Kita mampu bangkit dengan cepat karena sistem kesehatan bergerak, dan masyarakat ikut terlibat aktif. Para Jumantik yang rutin memantau jentik dari rumah ke rumah menjadi ujung tombak pemutusan rantai penularan,” jelasnya.
Capaian CFR 0,4 persen ini tidak hanya menjadi rekor baru, tetapi juga melewati target nasional yang ditetapkan sebesar 0,5 persen. Menurut Asnawi, keberhasilan tersebut membuka jalan menuju sasaran jangka panjang pemerintah.
“Dengan tingkat fatalitas yang berhasil ditekan jauh di bawah ambang nasional, kita semakin siap mengejar target utama: Indonesia tanpa kematian akibat dengue pada 2030,” tegasnya.
Pemerintah menyiapkan langkah lanjutan dengan memperkuat tata kelola surveilans, meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan, dan memperluas gerakan pemberantasan sarang nyamuk di tingkat komunitas (*).
