Presiden Prabowo Kagumi Kekuatan Emak-Emak NU
Malang: Presiden Prabowo Subianto mengaku kagum peran dan semangat emak-emak Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga persatuan bangsa. Hal itu disampaikan Presiden dalam sambutannya pada kegiatan Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, Jawa Timur, Minggu, 8 Februari 2026.
![]() |
| Presiden Prabowo saat memberikan pidatonya pada Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu, 8 Februari 2026. (Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden) |
Presiden mengaku merasakan langsung antusiasme jamaah, khususnya kaum ibu NU. Ia menilai energi tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga kebersamaan masyarakat.
“Apalagi tadi saya merasakan kuatnya emak emak dari NU ini. Luar biasa kekuatan emak emak ini, terima kasih undangan ini," ucap Presiden.
Presiden juga menyampaikan kedekatannya dengan warga Nahdlatul Ulama setiap kali menghadiri kegiatan organisasi tersebut. Menurutnya, dukungan ulama, santri, dan santriwati memberi dorongan moral untuk terus mengabdi kepada rakyat.
“Setiap kali saya muncul ditengah-tengah NU, santri santriwati. Apalagi ada ulama-ulama besar dibelakang saya, jadi lebih berani untuk berbakti mengabdi untuk membela rakyat indonesia seluruhnya," ucap Presiden.
Presiden mengaku selalu merasa bahagia saat berada di tengah warga NU. Presiden menyebut suasana kebersamaan dan kesejukan menjadi energi positif bagi dirinya.
“Setiap kali saya berada ditengah-tengah NU, saya selalu bahagia. Saya selalu semangat,” ucapnya
Presiden merasakan semangat persatuan dan keinginan kuat menegakkan kedamaian dari warga NU. “Karena saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati saudara dan saudari sekalian,” ujar Presiden.
Presiden menilai semangat guyub dan persatuan yang ditunjukkan warga NU mencerminkan nilai kebangsaan. Presiden berharap semangat itu terus dijaga demi Indonesia yang adil dan damai.
“Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, semangat ingin menegakkan kedamaian. Saya merasakan harapan, atas bangsa dan negara yang adil," kata Presiden.(*)
