Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Sejarah Baru Karawang! Goyang Karawang Masuk MURI Sebagai Tarian Dengan Penari Terbanyak di Dunia`

KARAWANG: Kabupaten Karawang kembali mencatatkan sejarah membanggakan di kancah budaya nasional dan internasional. Festival Goyang Karawang (Gokar) Internasional 2019 berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) bahkan Rekor Dunia.
Foto ilustrasi Penari Jaipongan Karawang

Sebanyak 17.857 penari menari Goyang Karawang secara serentak di Lapangan Galuh Mas, Jumat (27/09/2019) malam. Jumlah ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan event tarian di Indonesia bahkan di dunia.

"Selamat kepada Pemkab Karawang yang telah memecahkan rekor dengan jumlah penari paling banyak, yaitu 17.857 orang penari. Ini jumlah yang sangat luar biasa. Bukan hanya lingkup nasional namun terbanyak di dunia," kata perwakilan Tim Verifikasi MURI, Awan Rahargo saat penyerahan Piagam MURI kepada Bupati Karawang.

Festival yang digelar pada 26-29 September 2019 ini mengusung tema "Art of Harmony". Acara ini tidak hanya diikuti oleh 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang, tetapi juga dihadiri peserta dari 7 provinsi di Indonesia dan 15 negara sahabat, seperti Amerika, Prancis, Mesir, Australia, Jepang, India, Korea Selatan, dan Malaysia.

Datang Tanpa Dibayar, Karena Cinta Budaya

Bupati Karawang saat itu, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, mengungkapkan rasa haru dan bangga. Menurutnya, 17.857 penari tersebut hadir tanpa dibayar dan tanpa anggaran APBD.

"Mereka datang karena cinta terhadap kearifan budaya lokal Karawang. Tadi sore saya menjadi saksi, mereka datang tanpa dibayar, tidak ada anggaran APBD. Namun mereka tetap tampak semangat bersama-sama menjaga kearifan lokal," ungkap Bupati Cellica.

Bupati Cellica menambahkan, jumlah partisipan meningkat drastis dari 11.000 penari pada tahun 2018 menjadi 17.857 penari di 2019. Hal ini berkat dukungan seluruh stakeholder di Karawang.

"Dengan ini Karawang semakin mengemparkan dunia. Namanya makin oke. Makanya festival ini pun kini diikuti oleh 15 negara," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen untuk menjadikan Festival Goyang Karawang sebagai kalender wisata andalan. Tujuannya bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun indeks kebahagiaan masyarakat melalui seni dan budaya.

"Ke depan Karawang bukan saja dikenal dengan pusat pertanian dan industrialisasi. Melainkan juga pusat sejarah dan kaya akan seni dan budayanya," tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengapresiasi kekompakan Karawang. Menurutnya, Goyang Karawang adalah bagian budaya dan kearifan lokal yang harus dilestarikan, seperti halnya Jember dan Banyuwangi yang mengangkat budaya lokal mereka.

Prestasi MURI ini sekaligus menghapus stigma negatif yang dulu melekat pada Goyang Karawang yang dianggap erotis. Kini, Goyang Karawang tampil sebagai kebanggaan daerah dengan pakaian penari yang lebih tertutup dan gerakan yang anggun namun tetap energik.

Penulis: Tim Redaksi Pelita Karawang

Hide Ads Show Ads