Ratusan Massa Geruduk Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang, Tuntut Transparansi Tenaga Kerja Lokal
SUBANG – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan kawasan pabrik mobil listrik PT Build Your Dream (BYD) di Subang Smartpolitan, Jawa Barat, pada Rabu (28/10/2026). Aksi unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini sempat diwarnai ketegangan dan kericuhan antara massa aksi dengan petugas pengamanan di lapangan.
Massa sebelumnya berkumpul di titik awal Lapangan Tanah Merah, dekat PT Pungkok Sarengseng, sebelum melakukan long march menuju area luar pabrik perakitan kendaraan listrik asal Tiongkok tersebut. Aksi ini merupakan puncak dari rangkaian protes yang telah berjalan sejak awal pekan.
Koordinator lapangan aksi menyatakan ada tiga tuntutan krusial yang dibawa oleh warga.
Pertama, masyarakat menuntut adanya transparansi penuh serta prioritas penyerapan tenaga kerja lokal asal Kabupaten Subang dari total potensi puluhan ribu lowongan kerja di pabrik tersebut. Warga menilai porsi pekerja setempat saat ini masih minim dan tidak berimbang.
Kedua, massa mendesak manajemen PT BYD untuk mengevaluasi dan memutuskan hubungan kerja sama dengan mitra korporasi pendukungnya, yakni PT CMM. Perusahaan kemitraan tersebut dituding bermasalah terkait kepatuhan izin kelayakan tata ruang di kawasan industri Subang.
Ketiga, selain masalah ketenagakerjaan, massa juga menyoroti isu lingkungan. FMSB mendesak penghentian penggunaan vendor pihak ketiga yang diduga dijadikan tempat penampungan dan pembuangan limbah sisa produksi mobil listrik tanpa prosedur yang aman, karena dikhawatirkan dapat mencemari pemukiman desa di sekitar kawasan industri.
Hingga sore hari, situasi di sekitar area pabrik masih mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan gabungan guna mengantisipasi terjadinya eskalasi kericuhan susulan.
Sementara itu, pihak manajemen PT BYD maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Subang belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait hasil audiensi dengan perwakilan massa aksi.(*)
