Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Percepatan Kawasan Industri Majalengka Harus Seimbang Dengan Lingkungan Hidup - Sekda Aeron Randi: Jangan Korbankan Ketahanan Pangan Dan Air Bersih

MAJALENGKA, Percepatan pembangunan kawasan industri di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, harus diimbangi dengan perlindungan lingkungan hidup. Pemerintah daerah menegaskan, pertumbuhan ekonomi dan investasi *tidak boleh mengorbankan ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, maupun keselamatan masyarakat dari ancaman bencana.
Percepatan Kawasan Industri Majalengka Harus Seimbang Dengan Lingkungan Hidup - Sekda Aeron Randi: Jangan Korbankan Ketahanan Pangan Dan Air Bersih
Percepatan Kawasan Industri Majalengka Harus Seimbang Dengan Lingkungan Hidup - Sekda Aeron Randi: Jangan Korbankan Ketahanan Pangan Dan Air Bersih

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka, Aeron Randi* saat membuka Konsultasi Publik ke-1 Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Detail Tata Ruang (KLHS RDTR).*

Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya perencanaan tata ruang yang memperhitungkan *daya dukung dan daya tampung lingkungan,* terutama di tengah percepatan pembangunan kawasan industri dan pertumbuhan industri lokal.

“Percepatan industri bagus untuk ekonomi, tapi jangan sampai kita kehilangan sawah produktif, kekurangan air bersih, dan warga jadi korban bencana. Semua harus seimbang,” tegas Sekda Aeron Randi.

Menurutnya, pemanfaatan lahan dan sumber daya alam harus direncanakan secara matang agar tidak mengancam lahan produktif, ketersediaan bahan baku, serta pasokan air bersih bagi masyarakat.

Waspada Bencana Kalau Tata Ruang Abai Lingkungan:

Perencanaan yang tidak mempertimbangkan kondisi lingkungan juga *berpotensi meningkatkan risiko bencana, termasuk banjir dan tanah longsor.* Karena itu, aspek lingkungan perlu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pembangunan dan pemanfaatan ruang di Majalengka.

Sekda berharap KLHS RDTR ini bukan hanya formalitas, tapi benar-benar jadi peta jalan agar:

- Lahan sawah produktif tetap terlindungi
- Air bersih warga terjamin meski industri tumbuh
- Investasi masuk tapi tidak merusak lingkungan
- Risiko banjir & longsor bisa diminimalisir sejak perencanaan

 “Tata ruang adalah kunci. Kalau salah dari awal, dampaknya jangka panjang. Kita mau Majalengka maju industrinya, tapi tetap lestari lingkungannya dan aman warganya,” pungkasnya.(*)

Hide Ads Show Ads