Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Debut Kejuaraan Dunia, Raymond/Joaquin Pilih Fokus Setiap Babak

Jakarta : Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin siap menjalani debut pada Kejuaraan Dunia BWF 2026. Meski langsung berstatus unggulan dan mendapat keuntungan lolos otomatis ke babak 32 besar, keduanya memilih tidak memasang ekspektasi berlebihan.
Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin 
Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin 

Raymond mengatakan persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia telah dilakukan sejak selepas China Open. Selain meningkatkan latihan, pasangan tersebut juga fokus pada pemulihan kondisi fisik.

"Persiapan sudah dari kemarin habis China Open sudah maksimal. Melakukan apa yang ingin dilakukan. Recovery juga sudah dilakukan," kata Raymond, Kamis, 13 Agustus 2026.

Bagi Joaquin, Kejuaraan Dunia memiliki nilai lebih dibandingkan turnamen lain karena menjadi salah satu ajang paling bergengsi dengan medali yang berbeda dari turnamen reguler.

Ia bahkan memiliki motivasi pribadi untuk meraih medali pada level senior setelah sebelumnya gagal meraih medali pada nomor individu saat masih junior.

"Kejuaraan Dunia salah satu turnamen yang bergengsi, dan medalinya beda sendiri. Saya pengen punya juga. Dulu junior kan saya individualnya kalah, jadi saya pengen coba ambil di yang senior," ujar Joaquin.

Meski menghadapi turnamen besar untuk pertama kalinya, Raymond mengaku tidak merasakan ketegangan berlebihan. Ia dan Joaquin memilih memperlakukan pertandingan seperti turnamen lainnya dengan fokus memberikan penampilan terbaik.

"Sama saja sih. Apa pun hasilnya di Kejuaraan Dunia nanti, yang pasti kita sudah melakukan yang terbaik di latihan. Ngga ada tegang-tegang banget. Biasa saja, pengen main maksimal saja," ucap Raymond.

Raymond/Joaquin menjadi salah satu pasangan unggulan pada Kejuaraan Dunia 2026. Status tersebut justru dinilai mereka sebagai keuntungan, karena mereka dapat mengetahui posisi dalam undian sejak awal.

"Kalau unggulan menurut saya malah bagus. Jadinya kita sudah tahu kira-kira bakal di mana, nggak yang random. Jadi cukup senang dapat seed," tutur Joaquin.

Selain berstatus unggulan, Raymond/Joaquin juga langsung melaju ke babak 32 besar karena mendapat bye pada babak pertama.

Raymond mengakui kondisi tersebut memberikan keuntungan karena calon lawan harus menjalani satu pertandingan lebih dahulu. Namun, ada konsekuensi karena lawan akan lebih dulu beradaptasi dengan kondisi lapangan.

"Menguntungkan pasti, soalnya lawannya harus main sekali lagi. Cuma bedanya mereka sudah tahu lapangan dibanding kita. Mereka sudah satu kali lebih main," kata Raymond.

Meski demikian, Raymond tidak menganggap hal tersebut sebagai masalah selama mereka mampu menjaga fokus.

Persiapan khusus juga diberikan kepada pasangan yang tampil di Kejuaraan Dunia. Raymond menyebut program latihan mereka secara umum tidak jauh berbeda, tetapi porsi latihan pertahanan mendapat perhatian lebih.

"Kalau yang Kejuaraan Dunia ada yang membedakan. Paling kita lebih banyak latihan defense. Kalau secara program hampir sama dengan yang lain, cuma memang kita lebih diprioritaskan dulu," ujar Raymond.

Setelah persiapan Raymond/Nikolaus selesai, pasangan lain akan menjalani program masing-masing untuk menghadapi turnamen berikutnya.

Raymond dan Nikolaus tidak ingin terbebani dengan target terlalu jauh, seperti langsung memikirkan semifinal atau final. Keduanya memilih menjalani turnamen secara bertahap.

"Sebenarnya kalau mikir ke sana nggak dulu. Kadang ekspektasi tinggi juga menghancurkan diri kita sendiri. Jadi kita mau fokus saja per-round, bagaimana cara menang dari babak ke babak," ucap Raymond.

Kejuaraan Dunia 2026 juga akan berlangsung di India, yang memiliki sejumlah tantangan nonteknis bagi para pemain. Salah satunya kondisi lingkungan di sekitar arena pertandingan.

Raymond menilai gangguan di luar lapangan tidak seharusnya memengaruhi konsentrasi ketika pertandingan berlangsung.

"Yang pasti ngaruh kalau lagi nonton. Kalau lagi main harusnya kita fokus sama main sendiri saja," tutur Raymond.

Menurut Raymond, fokus pemain ketika berada di lapangan berbeda dengan ketika menjadi penonton. Sorakan atau kondisi di sekitar arena tidak terlalu menjadi perhatian ketika pertandingan sudah berlangsung.

"Kalau sudah main memang beda rasanya. Mau siapa teriak, mau apa teriak, mungkin kita nggak kedengaran kalau kita jadi penonton. Soalnya fokusnya ke permainan," kata Raymond.

Joaquin sendiri mengaku belum pernah mengalami gangguan akibat keberadaan monyet ketika berada di India.

Sementara, Raymond menilai faktor kondisi lapangan dan lingkungan juga akan dirasakan seluruh pemain, termasuk lawan. Karena itu, ia tidak ingin menjadikannya sebagai alasan.

"Saya sih nggak ada, soalnya lawannya juga main di satu lapangan yang sama. Kalau saya merasa begitu, pasti dia juga merasakan," ujar Raymond.(*)

Hide Ads Show Ads