Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Videonya Viral,.Korban Perdagangan Manusia, Nur Minta Dipulangkan dari Arab Saudi

Tangerang : Warga Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Nur Afni Afriyanti meminta Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memulangkannya dari Arab Saudi. Perempuan tersebut mengaku menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke luar negeri.

Warga Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Nur Afni Afriyanti meminta Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memulangkannya dari Arab Saudi ke Tanah Air dan mengaku korban TPPO melalui cuplikan video berdurasi 39 detik.

Permintaan Afriyanti beredar melalui media sosial dengan cuplikan video dengan berdurasi 39 detik. Perempuan berkerudung coklat itu mengaku diberangkatkan oleh oknum perusahaan jasa pemberangkatan tenaga kerja Indonesia (PT Bahana).

"Saya diberangkatkan oleh sponsor Ibu Harti dari PT Bahana. Saya di sini sakit dan saya sekarang sudah tidak kuat lagi bekerja," ujar Afriyanti dalam video , Senin 2 Februari 2026.

Afriyanti membeberkan bila sakitnya pendarahan dan sudah tiga bulan lebih di isolasi.

"Kepada Menteri Perlindungan Migran saya mohon bantuannya pak, saya ingin pulang ke Indonesia," ucapnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono membenarkan bila seorang wanita yang beredar dalam video tersebut merupakan warganya asal Pakuhaji. Berdasarkan hasil penelusuran bila Afriyanti ini merupakan salah satu korban penyaluran tenaga kerja secara ilegal.
‎"Jadi dia diberangkatkan secara non-prosuderal atau ilegal sama agen penyalur tenaga. Pekerjaannya di Saudi sebagai asisten rumah tangga," kata dia.
Dalam hal ini, sambung Rudi, pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan upaya pemulangan. "Kami sudah koordinasi ke KP2MI untuk memohon bantuan pengembalian warga kita nih," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah daerah kini tengah menelusuri keberadaan oknum agen penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan Afriyanti secara ilegal. Tujuannya agar PT Bahana dapat bertanggung jawab.
‎"Kita lagi cari sponsornya untuk dimintai pertanggung jawabannya seperti apa. Namun, kami tetap berharap bantuan dari Pemerintah pusat," kata dia.(*)

Hide Ads Show Ads