Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Setelah 20 Tahun Dipasung, ODGJ di Ponorogo Akhirnya Mendapatkan Perawatan

Ponorogo; Seorang pria lanjut usia di Ponorogo hidup terkurung dalam kerangkeng besi selama hampir dua puluh tahun. Kisah pilu ini menggugah empati publik terhadap orang dengan gangguan jiwa sebelum akhirnya mendapatkan penanganan dari aparat dan relawan.

Setelah 20 Tahun Dipasung, ODGJ di Ponorogo Akhirnya Mendapatkan Perawatan

Kirno (60) tahun, Warga Desa Temon Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo sejak Juni 2006 hidup dalam kerangkeng besi berukuran panjang dua meter tinggi satu meter dan lebar setengah meter.

Menurut pihak keluarga Kirno sering mengamuk dan membahayakan keselamatan keluarga serta lingkungan sekitar. 

Gangguan kejiwaan yang dialami Kirno diduga dipicu masalah psikologis yang tidak tertangani dengan baik. 

Dalam keterbatasan pengetahuan dan akses layanan kesehatan jiwa keluarga memilih memasung sebagai upaya pengamanan. 

Setelah kisah ini menjadi perhatian publik aparat kepolisian dan relawan turun tangan. Kerangkeng besi yang telah mengurung Kirno selama dua dekade akhirnya dibuka dengan alat pemotong besi karena kunci sudah tidak dapat digunakan.

Kabar soal Kirno pertama kali mencuat setelah diunggah oleh Ipda Purnomo. Sosok polisi ini memang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kerap memberi perhatian kepada ODGJ.

Purnomo menyebut Kirno dipasung karena sering mengamuk. Bahkan, ada anggapan di lingkungan sekitar bahwa Kirno memiliki ilmu kesaktian sehingga dikhawatirkan membahayakan warga.

Melihat kondisi Kirno yang begitu memprihatinkan, Purnomo bersama jajaran Polres Ponorogo akhirnya memutuskan melakukan evakuasi.

Evakuasi itu turut didampingi Kasat Binmas AKP Saiful, Kapolsek Sawoo AKP Tutut, serta pihak terkait lainnya.

“Hampir 10 tahun saya ketemu dengan orang gangguan jiwa dengan berbagai kondisi, namun mohon maaf kalau ini yang terbilang sangat kurang manusiawi (alasan memiliki ilmu dan sangat membahayakan) sampai dikurung seperti bukan manusia," kata Purnomo.

Kirno selanjutnya dibawa ke pusat rehabilitasi mental di Kabupaten Lamongan untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan secara medis. 

Suasana haru pun pecah saat Kirno akan dibawa pergi. Anggota keluarga satu per satu memeluk dan menciumi Kirno, seolah melepas beban panjang yang sudah bertahun-tahun mereka tanggung.

Purnomo juga kembali menegaskan bahwa Kirno akan dirawat sampai kondisinya membaik dan mendapatkan kehidupan yang lebih manusiawi.

“Insya Allah kita akan merawat pak Kirno sampai beliau sehat dan pulih kembali, mohon doanya untuk kesembuhan pak Kirno,“ tambahnya.

Dengan pasung masih terjadi menunjukan penanganan gangguan kejiwaan memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan manusiawi melalui perawatan dan pendampingan.(*)

Hide Ads Show Ads