Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kembali Jakarta Banjir, 123 RT Terendam Satu Meter

Jakarta: Hujan deras memicu luapan delapan sungai utama; Jakarta Selatan menjadi wilayah terdampak paling parah.
Banjir Jakarta: 123 RT Terendam Satu Meter

Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah ibu kota sejak Jumat 20 Februari dini hari telah menyebabkan genangan signifikan di sejumlah titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan setidaknya 123 Rukun Tetangga (RT) dan sembilan ruas jalan utama terendam air dengan ketinggian bervariasi hingga mencapai 100 sentimeter.

Berdasarkan data resmi hingga pukul 12.00 WIB hari ini , sebaran banjir didominasi oleh wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

Luapan air dipicu oleh debit hujan yang melampaui kapasitas drainase serta meluapnya delapan aliran sungai, termasuk Kali Angke, Kali Ciliwung, dan Kali Pesanggrahan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, M. Yohan, mengonfirmasi bahwa personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk mempercepat proses penanganan.

"Kami terus memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Bina Marga, hingga Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air serta memastikan tali-tali air berfungsi optimal," ujar Yohan dalam keterangan resminya.

Peta Wilayah Terdampak

Jakarta Selatan mencatat titik banjir terbanyak dengan total 90 RT. Kawasan Petukangan Utara menjadi titik dengan genangan tertinggi mencapai satu meter.

Sementara itu, di Jakarta Barat, sebanyak 33 RT terendam, dengan wilayah Kedaung Kali Angke dan Kedoya Selatan mencatat ketinggian air hingga 80 sentimeter. Di Jakarta Utara, genangan terpantau di satu RT di wilayah Rorotan dengan ketinggian 50 sentimeter.

Selain pemukiman, akses publik juga terganggu. Sembilan ruas jalan, di antaranya Jalan Daan Mogot, Jalan Ciledug Raya, dan Jalan Puri Kembangan, mengalami gangguan lalu lintas akibat genangan setinggi 30 hingga 60 sentimeter.

Langkah Mitigasi dan Respons

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini memprioritaskan evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak.

Selain pengerahan pompa stasioner dan portabel, petugas di lapangan juga fokus pada pembersihan sumbatan di saluran-saluran air utama.

Pihak otoritas menargetkan genangan dapat surut dalam waktu singkat seiring dengan penurunan intensitas hujan. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

"Kami mengimbau warga agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang bisa muncul sewaktu-waktu," tambah Yohan.(*)

Hide Ads Show Ads