Presiden Instruksikan Bentuk Tim Kajian Atasi Banjir Jawa
Jakarta : Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembentukan tim kajian untuk menyusun grand design penyelesaian banjir di Pulau Jawa. Langkah ini menyusul meningkatnya curah hujan yang memicu genangan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto saat meminpin Taklimat Awal Tahun di Hambalang, Bogor, Selasa 6 Januari 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden) |
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden meminta penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Penanganan terintegrasi dinilai penting karena banjir merupakan persoalan yang berulang setiap tahun.
“Bapak Presiden memerintahkan untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk menganalisis dan membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan pengelolaan air. Terutama khususnya di Pulau Jawa,” kata Mensesneg di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.
Prasetyo menegaskan Presiden Prabowo terus memantau perkembangan banjir meski sedang berada di luar negeri. Presiden juga berkomunikasi intensif dengan jajaran terkait untuk penanganan dampak hujan lebat.
“Bagaimanapun kita sadari masalah ini adalah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya. Tentunya kita sebagai bangsa harus berpikir, bagaimana melakukan penanganan-penanganan yang lebih terintegrasi, penyelesaian dari hulu ke hilirnya,” ucapnya.
Pemerintah turut berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BNPB, dan BMKG untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek. Upaya ini dilakukan guna menekan intensitas curah hujan yang diperkirakan mencapai puncak hingga akhir Januari.
Selain cuaca ekstrem, Prasetyo menyebut banjir berdampak pada infrastruktur transportasi, khususnya jalur kereta api. Dalam sepekan terakhir, tercatat 17 titik genangan di jalur rel yang mengganggu perjalanan dan pelayanan kereta.
“Sesuai dengan laporan Dirut PT KAI, dalam waktu satu minggu terakhir ini ada 17 titik, selama ini belum pernah terjadi kemudian muncul genangan di jalur rel kereta api. Ini juga mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat,” ujar Prasetyo
Menurut Prasetyo, persoalan banjir juga dipengaruhi perubahan tata ruang, pendangkalan daerah aliran sungai, serta berkurangnya situ dan danau sebagai daerah tangkapan air. Kondisi tersebut banyak terjadi di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.
Untuk itu, Presiden Prabowo memerintahkan pelibatan lintas kementerian dan lembaga dalam penanganan banjir Jawa. Keterlibatan tersebut mencakup Bappenas, Kemenko Infrastruktur, Kementerian PU, ATR/BPN, Kehutanan, Pertanian, hingga Kemendagri.
“Jadi, perhatian Bapak Presiden untuk bagaimana kita menyelesaikannya dari hulu ke hilir, termasuk dengan tim otorita pengelolaan pantai utara Jawa. Selama ini lebih dikenal dengan, yang sedang mempersiapkan untuk proyek Giant Sea Wall,” kata Prasetyo.
Sejumlah wilayah di Pulau Jawa dilaporkan terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi. Di Jakarta, BPBD DKI mencatat 45 RT dan 22 ruas jalan tergenang dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter.(*)

