Mentan Apresiasi Peran Kepala Daerah dalam Percepatan Swasembada Pangan
Jakarta: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh bupati dan wali kota di Indonesia atas dukungan kuat terhadap pembangunan sektor pertanian nasional. Menurutnya, peran aktif pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan, khususnya swasembada beras, lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah.
Mentan Amran mengatakan, pemerintah sebelumnya menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam kurun waktu empat tahun. Namun berkat dukungan kepala daerah di seluruh Indonesia, capaian tersebut berhasil diraih hanya dalam waktu satu tahun.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia atas dukungannya di sektor pertanian. Target swasembada empat tahun, alhamdulillah bisa tercapai hanya dalam satu tahun karena dukungan pemerintah daerah,”kata Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran daerah dalam mengawal produksi pertanian, memperluas areal tanam, menjaga distribusi hasil panen, serta memberikan perlindungan kepada petani di wilayah masing-masing. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
“Terima kasih yang luar biasa atas dukungan terhadap sektor pertanian. Jika ingin Indonesia menjadi negara maju menuju Indonesia Emas, maka sektor pertanian harus terus kita kawal,”jelasnya.
Ke depan, Mentan Amran menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program strategis Kementerian Pertanian. Pemerintah juga akan mendorong penguatan hilirisasi pertanian guna meningkatkan nilai tambah sekaligus pendapatan petani.
Hilirisasi difokuskan pada komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar global, seperti kelapa, kakao, mete, serta sejumlah komoditas unggulan lainnya.
“Kita dorong hilirisasi pertanian untuk meningkatkan pendapatan petani, terutama pada komoditas yang permintaannya tinggi di pasar dunia seperti kelapa, kakao, dan mete,”ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak melakukan impor beras. Ia menyebut stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025. Sementara saat ini, stok nasional berada di kisaran 3,2 juta ton.
“Tidak boleh ada impor beras. Kita sudah swasembada dan stok kita melimpah. Jangan mempermainkan nasib rakyat, karena ada sekitar 115 juta masyarakat yang bergantung pada sektor padi,” tegasnya.
Selain stok yang kuat, produksi padi nasional juga terus mengalami peningkatan. Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) amatan November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan capaian swasembada pangan Indonesia pada Rabu (7/1/2026) di Karawang, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.
“Ketika saya dilantik, saya menetapkan target swasembada empat tahun. Terima kasih kepada seluruh komunitas pertanian. Dalam satu tahun, kita sudah swasembada dan berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada bangsa lain,” ujar Presiden Prabowo.
Dengan tercapainya swasembada pangan, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional melalui sinergi pusat dan daerah serta kebijakan yang berpihak pada petani.(*)

