Hujan Ekstrem Picu Banjir di Jakarta, 147 RT Tergenang dan 1.200 Pompa Dikerahkan
Jakarta : Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani genangan dan banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu, 8 Maret 2026.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengerahkan ribuan petugas ke lapangan serta mengoperasikan pompa air untuk mempercepat surutnya genangan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 11.00 WIB, banjir tercatat merendam 147 rukun tetangga (RT) dan menggenangi 19 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta. Ketinggian air bervariasi, mulai sekitar 20 sentimeter hingga 1,7 meter di beberapa titik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan curah hujan di Jakarta dan wilayah sekitarnya tergolong sangat tinggi. Dalam satu hari, intensitas hujan tercatat mencapai 264 milimeter, jauh di atas rata-rata curah hujan harian.
“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan mencapai 264 milimeter per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis yang diterima Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan ekstrem terjadi di dua wilayah, yakni Sunter Hulu di Cilangkap, Jakarta Timur, serta kawasan Pompa Arcadia di Kalibata, Jakarta Selatan.
Sejak Sabtu malam, Pemprov DKI Jakarta langsung mengoordinasikan langkah penanganan bersama sejumlah instansi terkait, terutama Dinas SDA. Pompa air di sejumlah titik rawan genangan segera dioperasikan untuk mempercepat penyedotan air.
“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Bahkan di beberapa titik pemompaan sudah dilakukan sejak malam,” kata Pramono.
Untuk mempercepat penanganan banjir, Pemprov DKI mengerahkan sekitar 1.200 unit pompa pengendali banjir. Jumlah tersebut terdiri dari 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi dan 536 unit pompa mobile yang ditempatkan di berbagai titik rawan banjir.
Penyedotan air terus dilakukan, antara lain di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, serta sejumlah ruas jalan utama lainnya.
Selain tingginya curah hujan di Jakarta, Pramono juga mengingatkan adanya potensi tambahan debit air dari wilayah hulu dan daerah penyangga seperti Bogor dan Tangerang yang turut diguyur hujan deras.
Berdasarkan data pemantauan tinggi muka air (TMA) di sejumlah sungai yang mengalir di Jakarta, terjadi kenaikan signifikan sejak Sabtu, 7 Maret 2026 sore hingga Minggu dini hari.
Aliran Kali Ciliwung sempat berstatus Waspada dengan TMA lebih dari 750 sentimeter di Pintu Air Manggarai pada Minggu pukul 2.00 WIB dan hampir mencapai status Siaga dengan ketinggian 845 sentimeter pada pukul 7.00 WIB.
Kondisi tersebut kemudian berangsur surut hingga kembali normal sekitar pukul 13.00 WIB di angka 715 sentimeter.
Sementara itu, di hulu Kali Angke, TMA meningkat hingga mencapai 200 sentimeter pada Sabtu pukul 16.00 WIB dengan status Waspada. Ketinggian air kembali naik menjadi 250 sentimeter pada pukul 18.00 WIB dengan status Siaga.
Pada Minggu pukul 1.00 WIB, TMA di Angke Hulu bahkan mencapai lebih dari 300 sentimeter dengan status Bahaya dan sempat menyentuh 400 sentimeter pada pukul 07.00 WIB.
Kondisi serupa juga terjadi di aliran Cengkareng Drain yang mulai berstatus Waspada sejak Sabtu pukul 14.00 WIB dengan ketinggian 206 sentimeter.
Ketinggian air kemudian meningkat menjadi 276 sentimeter dengan status Siaga pada pukul 16.00 WIB dan terus naik hingga 314 sentimeter dengan status Bahaya pada Minggu pukul 1.00 WIB. Puncaknya, TMA di Cengkareng Drain mencapai 380 sentimeter pada pukul 8.00 WIB.
Di hulu Kali Sunter, TMA mulai naik pada Sabtu pukul 16.00 WIB hingga mencapai 150 sentimeter dengan status Waspada.
Ketinggian air kemudian meningkat menjadi 250 sentimeter dengan status Siaga pada Minggu pukul 01.00 WIB dan sempat mencapai status Bahaya pada pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB sebelum berangsur surut pada pukul 08.00 WIB.
“Karena di wilayah atas, baik di Bogor maupun Tangerang, curah hujan juga tinggi, pasti ada air yang mengalir ke Jakarta,” ucap Pramono.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca serta potensi genangan di wilayah masing-masing.
Dalam jangka menengah, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat upaya pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai. Saat ini normalisasi dilakukan di tiga sungai utama, yakni Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut.
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan rampung pada 2027 dan diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan Jakarta secara signifikan.(*)

