Hari ini
Cuaca 0oC
BREAKING NEWS

Menkes Ajak Masyarakat Tidak Takut Periksa Gejala Kusta

Jakarta:  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri apabila mengalami gejala kusta. Pasalnya, penyakit kusta merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan melalui pengobatan medis.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Humas Kemenkes)

“Kusta bukan penyakit mistik atau kutukan. Ini penyakit yang disebabkan oleh bakteri, dan ilmu pengetahuannya sudah jelas sejak lebih dari satu abad lalu,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026. 

Menurutnya, kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan penularannya terjadi melalui kontak erat serta berkepanjangan dengan penderita. Ia menilai penyakit ini dipengaruhi oleh interaksi antara kondisi tubuh penderita, kuman penyebab, dan lingkungan.

“Kusta juga bisa menyebabkan gangguan saraf. Seperti kesemutan, nyeri saraf tepi, kelemahan otot, sampai disabilitas tanpa riwayat kecelakaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi menegaskan, pengobatan kusta sudah tersedia dan terbukti efektif. Ia menyebut, setelah pasien mulai menjalani pengobatan, risiko penularan dapat dihentikan dalam waktu singkat.

“Begitu pengobatan dimulai, dalam waktu kurang dari satu minggu pasien sudah tidak menularkan lagi. Banyak orang yang sebenarnya sudah mengetahui dirinya terkena kusta, tetapi memilih menyembunyikannya karena takut terhadap konsekuensi sosial,” ujarnya

Sementara itu, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination Yohei Sasakawa menyebut Indonesia memiliki peran penting dalam pengendalian kusta secara global. “Eliminasi kusta tidak hanya tentang pengobatan medis, tetapi juga tentang menghapus stigma dan memulihkan martabat manusia,” katanya.

Sasakawa Health Foundation tengah mengembangkan model intervensi berbasis bukti untuk mendukung deteksi dini. Sekaligus untuk mengurangi stigma terhadap penderita kusta di Indonesia. 

“Riset kami dilakukan di empat wilayah, yaitu Probolinggo, Tojo Una-Una, Mimika, dan Lembata. Secara fakta dan data, kasus kusta di Indonesia masih cukup tinggi karena penyakit ini memiliki aspek medis dan sosial,” katanya (*).

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads