Gelombang Panas Australia Picu Kebakaran, Evakuasi Massal Warga
Victoria: Gelombang panas besar melanda tenggara Australia pada Selasa, 27 Januari 2026. Gelombang panas tersebut memicu kebakaran hutan yang meluas dan memaksa ratusan warga di kota-kota pedesaan Victoria untuk mengungsi.
Melbourne mencatat hari terpanas dalam hampir 17 tahun, dengan suhu di beberapa bagian kota melebihi 45 derajat Celcius. Di wilayah Mallee, suhu mencapai 48,9 derajat Celcius, memecahkan rekor tertinggi di negara bagian menurut data Biro Meteorologi Australia.
Chris Hardman, kepala petugas pemadam Forest Fire Management Victoria, mengatakan bahwa enam kebakaran besar sedang berlangsung. Ia menambahkan bahwa tiga di antaranya tidak terkendali, dilansir dari CNA
Kebakaran di wilayah Otways menjadi yang paling mengkhawatirkan, membakar sekitar 10.000 hektar dan menghancurkan sedikitnya tiga properti. Cuaca panas dan angin kencang membuat kebakaran semakin sulit dikendalikan, dengan angin diperkirakan mencapai 70 km/jam pada malam hari.
Layanan darurat telah mengetuk pintu sekitar 1.100 rumah dan mengirim pesan teks ke sekitar 10.000 ponsel. Langkah tersebut dilakukan untuk mendesak warga meninggalkan wilayah berbahaya
“Para petugas pemadam telah melakukan upaya luar biasa untuk mencoba menahan api semalam. Tetapi saat cuaca yang lebih panas dan inversi udara pecah, beberapa angin kencang muncul dan area kebakaran itu telah menyebar di luar garis pengendalian aslinya,” katanya dalam konferensi pers.
Larangan total penggunaan api diberlakukan di seluruh Victoria untuk menurunkan risiko kebakaran baru. Beberapa kota pedesaan di Victoria pedalaman juga memecahkan rekor suhu lokal.
Bandara Hopetoun dan Walpeup di wilayah Mallee tercatat mencapai 48,9 derajat Celcius, suhu tertinggi yang pernah dicatat di negara bagian. Bandara tersebut terletak sekitar 477 km barat laut Melbourne.(*)
