Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Tawuran Pemuda di Angkringan Metland Transyogi Cileungsi, Polisi Lakukan Penyelidikan

BOGOR - Kawasan angkringan di sekitar Metland Transyogi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menjadi lokasi perkelahian para pemuda dan remaja pada Sabtu, 17 Oktober 2026 dini hari.
Tawuran Pemuda di Angkringan Metland Transyogi Cileungsi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa dipicu adanya kasus pengeroyokan hingga mengakibatkan salah seorang korban meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman pihak kepolisian.

Dari informasi petugas Polsek Cileungsi dan keterangan pengunjung di lokasi, keributan bermula ketika sejumlah pengunjung diduga dalam pengaruh minuman keras di salah satu kedai di lokasi tersebut. Keadaan kemudian memanas hingga terjadi keributan antarpengunjung.

Keributan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.00 WIB, saat aktivitas di sejumlah tempat nongkrong di kawasan Metland Transyogi masih berlangsung.

Kejadian tersebut kembali menjadi sorotan karena sebelumnya terjadi kasus pengeroyokan yang diduga berkaitan dengan konsumsi minuman keras dan menyebabkan seorang korban meninggal dunia.

Kapolsek Cileungsi Polres Bogor, Kompol Edison, mengatakan perkara tersebut tengah menjadi perhatian dan penyelidikan pihaknya.

"Sudah kami atensi, sedang lidik petugas di lapangan," jelas Kapolsek Kompol Edison, Senin, 19 Oktober 2026.

Dari informasi di lapangan terungkap, pengunjung yang datang di kawasan Metland bukan hanya warga sekitar. Banyak dari mereka adalah warga Bekasi yang menghabiskan akhir pekan di lokasi tersebut. Mereka datang dari Cikarang, Bantargebang, Gunung Putri, hingga Cibubur.

"Biasa tempat tongkrongan dari mana-mana, dari Bekasi, dari pinggiran Jakarta, dari mana-mana ramai kalau malam Minggu," ujar warga setempat, Dedi.

Dedi mengungkapkan, sejumlah tempat usaha di kawasan tersebut memang dikenal sebagai tempat makan dan minum kopi. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas para pengunjung, termasuk kemungkinan adanya minuman keras yang dibawa dari luar.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya pengawasan serta aturan jam operasional yang lebih jelas dari pihak terkait (KK)

Hide Ads Show Ads