Keren! Sekda Jabar Herman Suryatman: Di Silat Ada Tontonan & Tuntunan, Satria Gak Mukul Duluan!
KARAWANG KEKINIAN | BANDUNG: Keren pisan, Wargi! Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman tampil beda pakai kemeja putih + iket Sunda putih* pas hadiri Pelantikan Pengurus KPSTI (Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia) se-Bandung Raya dan Pagelaran Gema Gaur Rasa di Bandung.
Sekda menegaskan, pencak silat tradisi itu warisan leluhur yang wajib dijaga.
Menurut Herman, di dalam pencak silat ada dua hal utama:
Pertama, TONTONAN.
Bikin kita gembira! Ada musiknya, ada lengkingan terompetnya, indah dan bikin bahagia!
"Di dalam pencak silat ada dua hal yang kami tangkap. Pertama tontonan, membuat kita gembira. Kita melihat ada musiknya, ada lengkingan terompetnya dan itu indah dan itu membuat kita bahagia," ujar Herman.
Kedua, TUNTUNAN
Setiap jurus gak lahir begitu aja! Lahir dari perjalanan spiritual dan ada maknanya! Maknanya dalam!
"Semua jurus, tidak lahir dari langit begitu saja. Tapi berangkat dari perjalanan spiritual dan pasti ada maknanya. Maknanya bedah itu. Bagaimana seorang kesatria harus jujur, harus berani," tegasnya!
Nilai kesatria dalam silat itu ngajarin soft skill yang dibutuhin anak muda zaman now: harus kritis, kreatif, bisa komunikasi, bisa kolaborasi! Itu modal biar jadi hebat!
"Harus kritis terhadap lingkungannya, harus kreatif, harus bisa komunikasi, bisa berkolaborasi dan itu namanya soft skill dan itu modal anak kita untuk menjadi hebat ada di pencak silat," katanya.
Yang paling ngena, soal tata titi / etika
Gak ada satria mukul duluan Silat itu buat jaga kehormatan, bukan cari lawan
"Dan tidak ada satria mukul duluan. Padahal jauh melampaui, kalau dalam bahasa Prabu, gagah tanpa lawan," ucap Sekda Jabar, langsung disambut tepuk tangan meriah.
Pantauan di lokasi, acara meriah pisan.Puluhan pesilat pakai seragam hitam + ikat kepala khas, unjuk jurus di atas panggung diiringi kendang dan terompet pencak! Banner gede bertuliskan "GEMA GAUR RASA" terpampang di belakang.
Pelantikan KPSTI ini diharapkan jadi momentum buat nguatin lagi silat tradisi sebagai budaya Jabar! Bukan cuma olahraga dan seni, tapi juga buat bina karakter generasi muda di tengah gempuran budaya luar!
Seperti pesan Sekda Jabar: Menjaga pencak silat berarti menjaga jati diri Sunda dan Indonesia!*
Setuju Wargi? Paguron mana di Karawang yang masih aktif ngajarin silat tradisi? Tag di komentar!
Laporan: Redaksi Pelita Karawang & Karawang Kekinian
