Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Judi Online Judol Dan Pinjaman Online Pinjol Mewarnai Perceraian Di Majalengka - Panitera Muda Hukum PA Nunung Rohaniah Ungkap Faktor Ekonomi Dan Orang Ketiga

Majalengka : - Judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) mulai mewarnai perkara perceraian di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Persoalan keuangan akibat aktivitas tersebut menjadi salah satu pemicu konflik rumah tangga yang berujung pada perpisahan pasangan suami istri.
Judi Online Judol Dan Pinjaman Online Pinjol Mewarnai Perceraian Di Majalengka - Panitera Muda Hukum PA Nunung Rohaniah Ungkap Faktor Ekonomi Dan Orang Ketiga

Panitera Muda Hukum sekaligus Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pengadilan Agama (PA) Majalengka, Nunung Rohaniah, mengungkapkan bahwa perselisihan dan pertengkaran masih menjadi faktor dominan dalam perkara perceraian. Pemicu konflik beragam, mulai dari masalah ekonomi, kehadiran orang ketiga, hingga persoalan judol dan pinjol.

"Kalau rata-rata karena perselisihan, kebanyakan. Perselisihannya itu macam-macam, ada masalah ekonomi, ada pihak ketiga, sekarang juga sudah ada yang berkaitan dengan judol dan pinjol," kata Nunung.

Usia 30-an Mendominasi:

Selain konflik rumah tangga, terdapat pula perkara perceraian yang dilatarbelakangi salah satu pasangan meninggalkan pasangannya. Namun, kasus tersebut relatif lebih sedikit dibandingkan perkara yang dipicu perselisihan berkepanjangan.

Dari sisi usia, pasangan yang mengajukan perceraian di Majalengka *didominasi kelompok usia 30-an tahun.* Sementara pasangan berusia di atas 40 tahun juga tercatat mengajukan gugatan, meski jumlahnya relatif lebih sedikit.

Fenomena ini jadi alarm keras: Judol bikin habis uang, Pinjol bikin gali lubang tutup lubang, akhirnya rumah tangga jadi korban.

Banyak pasangan usia produktif 30-an yang harusnya fokus bangun keluarga & karier, malah terjebak lingkaran judol pinjol yang bikin cekcok terus-menerus.

“Kuncinya komunikasi dan keterbukaan keuangan. Kalau sudah main judol pinjol diam-diam, kepercayaan pasangan hancur. Itu yang bikin perselisihan jadi berkepanjangan dan akhirnya gugat cerai,” ujar pemerhati keluarga Majalengka.(*) 

Hide Ads Show Ads