GUBERNUR JABAR MELESAT! Elektabilitas Dedi Mulyadi Tertinggi di Survei Capres 2029 IPO - Anies 11,3%
JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas 33,7 persen dalam survei calon presiden yang dirilis Indonesia Political Opinion (IPO). Angka tersebut tercatat dalam simulasi pertanyaan terbuka, dengan selisih 19,2 poin persentase dari Presiden Prabowo Subianto yang meraih 14,5 persen.
![]() |
| GUBERNUR JABAR MELESAT! Elektabilitas Dedi Mulyadi Tertinggi di Survei Capres 2029 IPO - Anies 11,3% |
Survei yang dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026 itu melibatkan 1.200 responden. Setelah Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto, Anies Baswedan berada di urutan berikutnya dengan 11,3 persen. Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh 4,3 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, Gibran Rakabuming Raka 3,7 persen, dan Mahfud MD 2,9 persen.
Adapun 15,8 persen responden belum menentukan pilihan, tidak menjawab, atau memilih merahasiakan pilihannya.
Dalam simulasi semi-terbuka yang menghadirkan 18 tokoh, Dedi Mulyadi kembali mencatat angka 32 persen. Prabowo Subianto memperoleh 18,4 persen, disusul Anies Baswedan dengan 12,6 persen. Ganjar Pranowo meraih 4,5 persen, sedangkan Gibran Rakabuming Raka memperoleh 3,1 persen.
Pada simulasi tersebut, sebanyak 20,1 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban.
Hasil survei IPO menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi memperoleh tingkat dukungan tertinggi di antara nama-nama yang diuji dalam kedua simulasi. Meski demikian, hasil tersebut hanya menggambarkan preferensi responden selama periode penelitian dan tidak dapat dijadikan kepastian mengenai hasil pemilihan presiden mendatang.
Lantas, faktor apa saja yang berkontribusi terhadap tingginya angka elektabilitas Dedi Mulyadi dalam survei tersebut?
Pengamat menilai sejumlah faktor seperti gaya komunikasi populis yang dekat dengan warga, aktivitas intensif di media sosial, serta program-program di Jawa Barat yang mendapat sorotan nasional, turut mendorong pengenalan publik terhadap Dedi Mulyadi. Namun, survei ini masih merupakan potret awal preferensi politik tiga tahun jelang Pilpres 2029, sehingga dinamika masih sangat terbuka.
Penulis: Tim Redaksi
Sumber: Survei IPO Periode 12-20 Oktober 2026 (1.200 Responden).
