Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Jangan Tunggu Viral Baru Bertindak! Pemda Karawang Harus Aktif Cari Persoalan Warga
Karawang : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil pola penanganan persoalan warga yang baru ditangani setelah viral di media sosial. Menurutnya, pola seperti itu tidak bisa terus dilakukan.
Hal ini disampaikan Dedi dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Layanan dengan 65 RSUD se-Jawa Barat di Kantor Wali Kota Depok, Rabu (7/10/2026).
"Selama ini sejumlah persoalan masyarakat terkadang baru mendapat respons setelah sampai kepadanya secara langsung. Namun, pola tersebut tidak mungkin diterapkan untuk seluruh masyarakat Jawa Barat," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi meminta pemerintah kabupaten dan kota membangun sistem pemantauan yang mampu mengetahui persoalan masyarakat sejak dini.
Pemerintah daerah diminta lebih aktif mencari dan menangkap persoalan yang terjadi di lapangan. Informasi dari masyarakat hingga media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk mengetahui persoalan warga sejak awal.
Pesan ini sangat relevan dengan kondisi di Karawang. Seperti kasus irigasi Pasar Karangjati di Pedes dan irigasi Tempuran yang mati total tertutup eceng gondok dan bangunan liar - petani harus berteriak dan viral dulu baru ada harapan ditangani.
Dedi menegaskan pemerintah tidak boleh menunggu sebuah persoalan menjadi besar terlebih dahulu baru bertindak. Pesannya jelas: jangan sampai warga harus viral atau mencari perhatian gubernur terlebih dahulu hanya untuk mendapatkan pertolongan.
Kerja sama 65 RSUD se-Jabar dengan rumah sakit pemerintah pusat dan swasta ini diharapkan membuat layanan kesehatan lebih cepat.(*)
