GASPOL! Bahlil Jawab Tegas Protes Singapura Soal Ekspor Gas: Jangan Ajari Indonesia Soal Komitmen Kontrak
JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons tegas protes Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong terkait kebijakan pengurangan ekspor gas Indonesia ke Singapura.
Bahlil menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menghormati seluruh ketentuan dalam kontrak internasional yang berlaku.
“Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga atau menghargai kontrak,” tegas Bahlil.
Ia menjelaskan, dari total ekspor gas melalui pipa sebesar 409,5 MMSCFD, pemerintah hanya mengurangi pasokan sebesar 31 MMSCFD. Pengurangan tersebut terdiri atas 15 MMSCFD dari Natuna dan 16 MMSCFD dari Sumatra.
Menurut Bahlil, kebijakan tersebut masih berada dalam batas toleransi yang diatur dalam klausul perjanjian dan dilaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini, lanjut Bahlil, merupakan bagian dari strategi nasional untuk memprioritaskan kebutuhan gas domestik demi ketahanan energi dalam negeri, tanpa melanggar kesepakatan yang telah ada dengan Singapura.(*)
