BEKASI DARURAT KERJA! Punya 12 Kawasan Industri, Pengangguran Tembus 8,78% - Warga: Susah Kalau Gak Ada Orang Dalam
BEKASI — Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 12 kawasan industri dengan lebih dari 11 ribu perusahaan. Namun, besarnya aktivitas industri tersebut belum mampu menghapus persoalan pengangguran yang masih mencapai 143.006 orang atau sekitar 8,78 persen.
Kondisi ini menjadi ironi di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, ketika akses terhadap pekerjaan masih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat, termasuk warga lokal yang ingin bekerja di kawasan industri.
Abudrohman Alfarizi, warga Kecamatan Cikarang Utara, menilai akses untuk memperoleh pekerjaan masih menjadi tantangan bagi pencari kerja yang tidak memiliki koneksi.
“Susah cari kerja kalau enggak ada keluarga sama orang dalam,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Yudi, warga Kecamatan Cikarang Selatan. Menurut dia, batasan usia menjadi salah satu kendala bagi pencari kerja, terutama mereka yang berusia 35 tahun ke atas dan masih ingin bekerja di perusahaan.
“Umur 35 tahun sudah susah masuk kerja di PT. Kalau bisa umur jangan dibatasi selagi masih bisa dan kuat untuk bekerja. Banyak yang ingin masuk kerja kendala umur,” katanya.
Fenomena ini menegaskan bahwa pertumbuhan industri di Bekasi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemerataan kesempatan kerja bagi warga lokal. Di momen Sumpah Pemuda, pemuda Bekasi justru masih harus berjuang melawan tembok tebal bernama "orang dalam" dan "batas usia" untuk bisa masuk ke pabrik yang berdiri di tanah kelahirannya sendiri.
Pemerintah daerah dan kawasan industri diharapkan dapat membuka akses yang lebih adil dan inklusif, tanpa diskriminasi usia, serta memprioritaskan tenaga kerja lokal agar ironi ini tidak terus berulang.(*)
