Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Resah ditagih Bank Emok, Ratusan Warga Datangi Mapolsek Megamendung Bogor

Bogor : Sekitar 400 warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mendatangi Mapolsek Megamendung, Sabtu, 12 September 2026. Kedatangan warga untuk menyampaikan keresahan terkait persoalan Bang Emok, istilah yang digunakan masyarakat setempat untuk menyebut rentenir keliling.

Warga datangi Mapolsek Megamendung Polres Bogor lakukan Mediasi dengan Bank keliling yang membuat laporan menagih hutang

Salah seorang warga, RM, mengatakan kedatangan massa dipicu persoalan penagihan utang yang berujung pada laporan polisi. Warga meminta kepolisian menangani persoalan tersebut dan mendesak agar laporan yang dibuat pihak Bang Emok terkait persoalan utang piutang dicabut.

“Persoalan tersebut bermula pada Jumat, 11 September 2026. Saat itu, seorang Bang Emok mendatangi salah satu warga untuk menagih utang,” ujar RM.

Menurut RM, proses penagihan tersebut kemudian berujung cekcok hingga terjadi perkelahian antara penagih dan warga yang memiliki utang. Setelah kejadian itu, pihak 'Bang Emok' melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Megamendung dengan mengaku menjadi korban pemukulan.

Peristiwa tersebut kemudian memicu warga yang selama ini mengaku resah dengan praktik Bang Emok untuk mendatangi Mapolsek Megamendung secara bersama-sama. Situasi sempat memanas ketika ratusan warga menyampaikan tuntutan mereka.

Untuk meredakan situasi, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Ismail, bersama unsur Muspika Kecamatan Megamendung turun tangan melakukan mediasi. Ismail menegaskan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan nominal utang, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan keresahan masyarakat.

Sementara itu, Kasitrantib Pol PP Kecamatan Megamendung, Momo, mengatakan unsur Muspika terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif setelah aksi warga. “Kami terus memantau situasi, patroli wilayah agar kondusivitas tetap terjaga,” tandasnya, Minggu, 13 September 2026.

Pemantauan dilakukan untuk menjaga keamanan wilayah dan memastikan situasi tetap kondusif. Langkah tersebut juga sebagai upaya mengantisipasi munculnya kembali ketegangan di tengah masyarakat terkait persoalan 'Bang Emok'. (*)

Hide Ads Show Ads