Pedagang Sayur Jadi Sasaran, Polisi Buru Pengedar Uang Diduga Palsu
Blora: Seorang pria kini diburu polisi setelah diduga menggunakan uang palsu untuk bertransaksi dengan pedagang di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Identitas pria tersebut telah dikantongi penyidik dan kasusnya masih dalam pengembangan.
Kasus ini terungkap setelah seorang pedagang sayur melaporkan transaksi mencurigakan yang dialaminya. Polisi juga telah mengamankan sejumlah uang yang diduga palsu sebagai barang bukti.
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan kemungkinan adanya transaksi serupa di lokasi lain.
"Masih kami lakukan pengembangan dan uang yang diduga palsu sudah diamankan," katanya di Blora, Sabtu (26/09/2026).
Peristiwa bermula ketika Yami (58), pedagang sayur asal Dukuh Growong, Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, berjualan di Jalan Dr. Sutomo, tepatnya di depan Unit Donor Darah PMI Blora.
Pada Senin (14/09/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, seorang pria datang menggunakan sepeda motor dan membeli satu bungkus telur puyuh seharga Rp10 ribu.
Pria tersebut membayar menggunakan uang pecahan Rp100 ribu. Yami kemudian memberikan uang kembalian sebesar Rp90 ribu.
Tak lama berselang, pria itu kembali meminta menukarkan dua lembar uang pecahan Rp100 ribu menjadi empat lembar pecahan Rp50 ribu. Yami sempat curiga karena uang yang dibawa pria tersebut terlihat masih baru.
Meski demikian, transaksi tetap dilakukan. Kecurigaan Yami baru semakin kuat setelah pria tersebut meninggalkan lokasi.
Yami kemudian memeriksa uang yang diterimanya dan menemukan sejumlah kejanggalan. Permukaan uang terasa licin, sementara bagian perekat pada lembaran uang terlihat terlepas.
Untuk memastikan keasliannya, Yami menggunakan alat pendeteksi sinar ultraviolet. Hasil pemeriksaan menunjukkan uang tersebut tidak asli atau diduga merupakan uang palsu.
Dari laporan tersebut, polisi memperoleh ciri-ciri pria yang diduga menggunakan uang palsu. Pria tersebut disebut memiliki postur tubuh tinggi dan besar, dengan tinggi sekitar 175 sentimeter dan berat sekitar 85 kilogram. Saat bertransaksi, ia mengenakan jaket dan helm.
Polisi kini masih memburu pria tersebut sekaligus mendalami kemungkinan adanya transaksi menggunakan uang yang diduga palsu di lokasi lain.
Sejumlah uang yang diduga palsu telah diamankan penyidik sebagai barang bukti untuk mendukung proses penyelidikan.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya pedagang, agar lebih berhati-hati saat menerima pembayaran dengan uang pecahan besar dan segera melapor jika menemukan transaksi yang mencurigakan," ujarnya.(*)
