Spanyol vs Argentina: Lionel Messi sang Raja Asis Piala Dunia
Atlanta, Amerika Serikat: Kemampuan Lionel Messi dalam asis kini bagian paling berbahaya yang akan dihadapi Spanyol dalam final Piala Dunia 2026 yang bergulir pada Minggu (19/7/2026).
Pemain hebat bisa menjadi penentu kemenangan tanpa harus mencetak gol. Sebagian menyebutnya magician yang lain lagi memanggilnya sebagai pemain fantastis. Di Italia, pemain seperti ini mendapat nama dengan fantasista.
Inilah yang diperlihatkan Lionel Messi di laga lawan Inggris, dalam semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7/2026) atau Kamis dini hari WIB. Dalam pertandingan di Stadion Atlanta Stadium tersebut, Lionel Messi memahami apa yang dibutuhkan rekan-rekan setimnya ketika mereka tertinggal 0-1 dari The Three Lions.
Asis pertama dari tendangan yang awalnya merupakan sepak pojok. Momen itu menarik perhatian para bek Inggris untuk berada di jantung pertahanan mereka. Lionel Messi memanfaatkan situasi tersebut dengan memberikan bola kepada Enzo Fernandez yang tidak terkawal di luar pertahanan Inggris.
Dengan asis tersebut, Enzo Fernandez melepaskan tembakan keras yang tidak dapat dijangkau kiper Inggris, Jordan Pickford. Asis kedua diberikan dengan umpan silang. Lionel Messi menempatkan bola ke tiang jauh yang kemudian langsung ditanduk Lautaro Martinez.
Dua asis tersebut, dua gol, dan tercipta jelang pertandingan akan berakhir telah membuat Inggris mati langkah. Tidak ada Waktu bagi Harry Kane dan kawan-kawan untuk bangkit hingga kemudian The Three Lions harus menghadapi kenyataan bahwa mereka kembali kepada penantian panjang untuk merengkuh gelar Piala Dunia sejak terakhir kali pada 60 tahun silam (Piala Dunia 1966).
Sementara bagi Lionel Messi, mereka akan berada di final. Argentina akan menghadapi Spanyol dalam final yang akan bergulir pada Minggu (19/7/2026) atau Senin dini hari WIB disiarkan TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 01.00 WIB.
Laga final Piala Dunia 2026 ini akan menarik karena memberikan peluang bagi kedua tim untuk mencatat sejarah. Bagi Argentina, peluang untuk menyamai rekor Brasil dan Italia yang dalam sejarah Piala Dunia hingga saat ini hanya dua negeri tersebut yang mampu meraih gelar Piala Dunia secara beruntun.
Sementara bagi Spanyol, kemenangan di final nanti akan membuat La Roja untuk kedua kalinya meraih gelar Piala Dunia dalam sejarah mereka di turnamen ini sejak sukses pada 16 tahun silam. Sukses Spanyol era kepelatihan Vicente del Bosque pada 2010, menjadi salah satu fondasi dari ciri khas sepak bola Spanyol dengan ciri kolektivitas yang tinggi serta umpan-umpan pendek dan umpan terobosan yang mengejutkan.
Spanyol asuhan Luis de la Fuente juga berhasil membangun tim dengan pertahanan yang kokoh. Kemenangan Spanyol atas Prancis memperlihatkan permainan Negeri Matador ini tidak terpengaruh dengan kekuatan serangan Les Bleus.
Ini pula yang akan dinantikan dari Spanyol saat menghadapi Argentina. Di final, mereka akan menghadapi salah satu pemain paling jenius di sepak bola: Lionel Messi. Pemain yang justru sudah sangat dikenal di sepak bola Spanyol.
Dengan dua asis yang diberikan di laga lawan Inggris, Lionel Messi telah mengukir total 12 asis dalam kariernya di Piala Dunia. Dia sudah jauh meninggalkan Diego Maradona yang total telah memiliki 8 asis sepanjang kariernya di Piala Dunia.
Yang menarik, dari 12 asis Lionel Messi, 10 di antaranya dia ciptakan di fase gugur (knockout). Dalam sejarah Piala Dunia, tidak ada pemain lain yang memiliki jumlah asis sebanyak itu di babak gugur.
Sebelumnya adalah Pele, legenda Brasil yang memiliki enam asis di fase knockout Piala Dunia. Sebelum Piala Dunia ini bergulir, Lionel Messi memiliki jumlah asis yang sama dengan Pele untuk kategori tersebut yaitu di fase knockout pada Piala Dunia 2026 ini.
Namun, dengan empat asis yang diberikannya yaitu satu saat lawan Tanjung Hijau, satu melawan Swis, dan dua asis di laga lawan Inggris, dia telah melewati jumlah asis Pele di fase knockout. Khusus di Piala Dunia 2026 ini, jumlah yang sama dengan Bruno Guimaraes (Brasil), Brahim Diaz (Maroko), dan Martin Odegaard (Norwegia).
Sedangkan pemain dengan asis terbanyak di Piala Dunia 2026 sejauh ini masih menjadi milik bintang Prancis, Michael Olise yang telah mengoleksi 5 asis. Dari aspek asis ini, persaingan masih berlaku dengan Michael Olise. Begitu juga dengan bintang Prancis lainnya yaitu Kylian Mbappe yang telah mengoleksi 3 asis, Anthony Gordon (Inggris), Bukayo Saka (Inggris).
Dalam final nanti, Lionel Messi juga akan mencatat rekor sebagai satu dari dua pemain yang telah tampil dalam tiga final Piala Dunia. Dia akan menyamai mantan bintang Brasil yaitu Cafu. Pemain Brasil tersebut meraih dua gelar dari tiga final dalam kariernya dan ini juga bisa terjadi kepada La Pulga.
“Apa yang telah dicapai grup ini sungguh luar biasa. Kami berada di final lain setelah menjadi juara dunia. Suka atau tidak suka, grup ini membuktikan bahwa tidak ada yang memberi kami apa pun di lapangan. Kami menekan Inggris di separuh lapangan mereka sendiri ketika kami tertinggal, dan kami harus terus maju,” kata Lionel Messi setelah laga lawan Inggris berakhir.
Final Lawan Spanyol
Laga lawan Spanyol akan menjadi pertandingan istimewa bagi Lionel Messi. Dia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di sana, Bersama Barcelona. Karena itu, final ini menarik karena faktor sejarah kehidupan La Pulga.
“Piala Dunia ini gila, dan berada di final lagi sungguh luar biasa. Kepada rakyat Argentina, saya mengatakan hal yang sama seperti yang saya katakan di Qatar: nikmatilah, tim ini tidak akan pernah mengecewakan kalian.”
Penyerang berusia 39 tahun ini mengingatkan tentang pentingnya tim ini yang berstatus sebagai juara bertahan dan telah mengukir comeback epic di laga lawan Inggris. "Kami berada di final Piala Dunia lainnya. Kami telah menempatkan Argentina kembali di antara dua tim teratas. Kita telah menikmati menjadi juara dunia selama empat tahun.”
Dengan final yang sulit di depan mata, Lionel Messi menyatakan bahwa pencapaian final menjadi langkah yang luar biasa. Sejak di fase grup hingga rangkaian laga knockout di semifinal. Selanjutnya, final merupakan fase yang berbeda. “Hari ini kita mengambil langkah terakhir dan mencapai apa yang kita semua inginkan. Sekarang terserah Tuhan," dia menambahkan.
Spanyol akan menjadi rintangan terakhir bagi La Albiceleste dan Lionel Messi sudah mengenal tim ini, khususnya para pemain Spanyol termasuk Lamine Yamal. "Mereka adalah tim yang luar biasa dengan pemain-pemain fantastis, dengan gaya permainan yang hebat, tim yang saya kenal dengan baik. Ini (penguasaan bola) adalah filosofi sepak bola mereka dan mereka telah bermain seperti ini selama bertahun-tahun, dan saya mengenal para pemainnya," katanya.
"Saya juga mengenal para pemainnya. Saya telah menghadapi banyak dari mereka dan saya terus mengikuti mereka. Beberapa dari mereka bermain untuk Barcelona, klub yang selalu saya cintai dan ikuti," kata Lionel Messi. "ini akan menjadi pertandingan yang istimewa dan sangat seimbang."
Dan, laga nanti bukan pertama kali Lionel Messi menghadapi Spanyol. Ada tiga laga di mana La Pulga tampil bersama La Albiceleste lawan Spanyol. Dari jumlah tersebut, dia mengalami dua kekalahan dan satu kali menang.
Yang petama pada 12 Oktober 2006 silam pada laga uji coba yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol. Lalu pada 15 November 2009, juga kalah 1-2. Namun di laga tersebut dia mencetak satu gol. Sedangkan yang terakhir terjadi pada 8 September 2010 silam, menang 4-1 dalam uji coba dan dia juga mencetak satu gol.
Persebaran Asis Lionel Messi di Piala Dunia
12 Asis:
Piala Dunia 2006: 1 Asis
Piala Dunia 2010: 1 Asis
Piala Dunia 2014: 1 Asis
Piala Dunia 2018: 2 Asis
Piala Dunia 2022: 3 Asis
Piala Dunia 2026: 4 Asis
Pemain dengan Asis Terbanyak dalam Sejarah Piala Dunia
12 Asis
Lionel Messi (Argentina)
8 Asis
Diego Maradona (Argentina)
7 Asis
Pierre Littbarski (Jerman)
Grzegorz Lato (Polandia)
6 Asis
Ivan Perisic (Kroasia)
David Beckham (Inggris)
Pele (Brasil)
Thomas Hassler (Jerman)
Bastian Schweinsteiger (Jerman)
Thomas Muller (Jerman)
Uwe Seeler (Jerman)
Francesco Totti (Italia)
5 Asis
Zico (Brasil)
Antoine Griezmann (Prancis)
Gerd Muller (Jerman)
Michael Ballack (Jerman)
Juan Sebastian Veron (Argentina)
Juan Cuadrado (Kolombia)
Robert Gadocha (Polandia)
Michael Olise (Prancis)
Kylian Mbappe (Prancis)
