Presiden Prabowo Apresiasi Lulusan Terbaik IPDN dari Anak Buruh hingga Petani
Jakarta; Presiden Prabowo Subianto menyerahkan penghargaan kepada 10 lulusan terbaik Pamong Praja Muda (PPM) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik dan capaian mereka selama menempuh pendidikan.
Kepala Negara mengungkapkan bahwa para lulusan terbaik tersebut berasal dari keluarga sederhana. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa sistem seleksi di IPDN berjalan secara objektif dan memberi kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa.
"Saya sebelum naik podium, saya dapat laporan dari Menteri Dalam Negeri 'Bapak Presiden, 10 lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana', tadi saya disampaikan ada yang anaknya buruh, ada anak tani, ada, ya kalau dari TNI Anak Bintara," kata Presiden Prabowo, Rabu, 29 Juli 2026.
"Ini membuktikan bahwa seleksi IPDN yang dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri berhasil. Kita inginkan seleksinya benar, putra-putri yang terbaik bangsa, anak siapapun," lanjutnya.
Presiden menegaskan bahwa keberhasilan para lulusan dari keluarga sederhana merupakan bukti nyata hadirnya kesempatan yang setara di Indonesia.
"Ini membuktikan NKRI berhasil. Kalau anak buruh harian bisa lulus menjadi Pamong Praja, siapa tahu suatu saat dia akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat," tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo berpesan kepada para Pamong Praja Muda agar senantiasa mencintai tanah air dan mengabdi kepada seluruh rakyat Indonesia.
Ia mengingatkan agar para lulusan memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, maupun latar belakang lainnya.
Presiden juga mengingatkan agar para aparatur negara bekerja dengan penuh ketulusan, rendah hati, dan tidak mengkhianati cita-cita para pendiri bangsa.
"Jangan pernah hianati pendiri-pendiri bangsa kita. Akhirnya saya pesan lagi. Bekerjalah dengan hati, tanpa kesombongan," pungkasnya.(*)





