Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pemukim Ilegal Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

Tepi Barat ; Pemukim ilegal Israel membakar rumah dan kendaraan warga Palestina di desa Susya, Selasa, 24 Februari 2026 malam, selama bulan Ramadan. Desa Susya berada di selatan Hebron, Tepi Barat yang diduduki, dilansir dari Anadolu.

Reruntuhan bangunan di Tepi Barat, Palestina (Foto: X - OCHA OPT Palestine)

Al-Baidar Human Rights Organization melaporkan bahwa lima rumah dan beberapa kendaraan dibakar oleh para pemukim ilegal. Selain itu, pemukim menyerbu desa sehingga menimbulkan kerusakan properti yang signifikan, menimbulkan ketakutan di kalangan penduduk.

Para pemukim juga menembakkan tabung gas air mata ke dalam beberapa rumah, yang menyebabkan empat orang mengalami sesak napas. Wilayah Masafer Yatta, tempat desa Susya berada, sering menjadi sasaran serangan pemukim.

Serangan tersebut termasuk pembobolan rumah dan penggembalaan ternak di tanah milik warga Palestina. Penduduk telah berulang kali meminta perlindungan dari kekerasan pemukim.

Eskalasi serangan oleh tentara Israel dan pemukim ilegal meningkat sejak Oktober 2023, menyusul operasi militer terhadap Gaza Strip. Akibat konflik ini, lebih dari 1.116 warga Palestina meninggal, 11.500 terluka, dan sekitar 22.000 ditangkap.

Warga Palestina memperingatkan bahwa eskalasi kekerasan ini bertujuan membuka jalan bagi aneksasi formal Tepi Barat oleh Israel. Aneksasi tersebut dapat mengakhiri peluang pembentukan negara Palestina sesuai resolusi PBB.

Komunitas internasional dan PBB menegaskan bahwa Tepi Barat, termasuk East Jerusalem, merupakan wilayah Palestina yang diduduki. Permukiman Israel di wilayah tersebut dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Pengadilan Internasional (ICJ) menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal. ICJ menuntut evakuasi semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam putusan landmark pada Juli 2024.

Kekerasan di Susya menambah ketegangan di wilayah Tepi Barat dan berdampak luas terhadap keamanan serta hak-hak warga Palestina. Warga Palestina terus menyerukan perlindungan internasional dari serangan pemukim ilegal.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads