Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Christina Serap Masukan Agensi Luar Negeri Terkait Kendala Visa Pekerja Migran

Jakarta: Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, mendengar masukan dan keluhan perwakilan agensi tenaga kerja luar negeri terkait kendala proses penempatan pekerja migran Indonesia, khususnya terkait pengurusan visa.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani

Wamen Christina mengakui proses visa di beberapa negara tujuan masih memerlukan waktu cukup lama, karena dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menghambat jadwal penempatan pekerja migran. 

"Kami mendengarkan langsung masukan dari agensi luar negeri terkait kendala visa, terutama ketika jumlah pekerja yang diproses cukup besar. Ini menjadi perhatian kami karena penempatan seringkali dibatasi tenggat waktu," kata Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 10 Februari 2026.

Adapun terkait penempatan di Bulgaria, lanjut Christina, sebagian besar pekerjaan sektor hospitality bersifat musiman dengan durasi 5-6 bulan dan pekerja migran diharapkan tiba pada awal April, seiring dimulainya musim wisata di negara tersebut.

"Jika proses visa memakan waktu terlalu lama, maka peluang kerja tersebut bisa terlewat. Ini tentu perlu kita carikan solusi bersama," jelasnya. 

Kemudian Christina menegaskan, Kementerian P2MI terbuka terhadap masukan dan akan menindaklanjuti berbagai kendala administratif yang menghambat penempatan pekerja migran secara prosedural.

"Kami ingin memastikan proses penempatan berjalan lebih efisien tanpa mengurangi aspek kehati-hatian dan pelindungan. Masukan dari mitra luar negeri penting untuk perbaikan sistem," tegasnya. 

Selain Bulgaria, pertemuan itu juga membahas peluang penempatan pekerja migran sektor hospitality ke Malta dan Siprus, yang ke depan dinilai memiliki peluang peningkatan.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan di sektor hospitality dibandingkan negara lain seperti Nepal, India, Bangladesh, dan Pakistan. 

"Terutama pekerja migran dari Bali yang sudah terbiasa dengan ekosistem hospitality. Bali memiliki industri perhotelan yang kuat dan menjadi tempat magang yang baik untuk memperoleh pengalaman langsung di sektor ini," ucapnya.(*)

Hide Ads Show Ads