Menpar Sebut Pariwisata Nasional Catat Pertumbuhan Signifikan
Jakarta : Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan kinerja pariwisata nasional 2025 mencatat pertumbuhan signifikan pada kunjungan, devisa, investasi, dan tenaga kerja. Ia menegaskan capaian tersebut menunjukkan daya saing pariwisata Indonesia semakin kuat di tingkat global.
![]() |
| Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana usai Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 17 November 2025. |
Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan dengan pertumbuhan tahunan 10,44 persen. Proyeksi kementerian menyebut angka kunjungan penuh 2025 berpotensi menembus 15,3 juta dan melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Menpar menjelaskan devisa pariwisata triwulan pertama hingga ketiga 2025 mencapai 13,82 miliar dolar AS. “Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tersebut menjadi pengungkit utama capaian devisa pariwisata,” ujar Menpar dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Kementerian Pariwisata mencatat devisa pariwisata tumbuh 9,42 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan rata-rata belanja wisatawan meningkat. “Surplus kunjungan ini berpotensi memperkuat posisi neraca devisa sektor pariwisata secara berkelanjutan,” kata Menpar.
Dari sisi domestik, perjalanan wisatawan Nusantara Januari hingga November 2025 mencapai 1,09 miliar perjalanan dan tumbuh 18,95 persen. Pemerintah menilai pariwisata domestik menjadi penopang utama pemulihan sektor nasional.
Sektor pariwisata juga menyerap 25,91 juta tenaga kerja sepanjang 2025 dengan tambahan sekitar 910 ribu pekerja baru. “Kami meyakini bahwa sumber daya manusia merupakan pusat dari pembangunan pariwisata,” ucap Menpar.
Arus investasi pariwisata hingga triwulan ketiga 2025 tercatat mencapai Rp53,92 triliun dengan pertumbuhan tahunan 52,66 persen. Pemerintah menilai peningkatan investasi mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek pariwisata nasional.
Namun, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengingatkan capaian agregat belum mencerminkan pemulihan yang merata antarwilayah. Ia menilai keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari penghargaan dan angka nasional semata.
Ia menegaskan kunjungan 2019 telah mencapai 16 juta wisatawan mancanegara. “Bahwa capaian sekitar 14-15 juta wisatawan itu, itu masih berada di bawah capaian pra-pandemi,” ujar Evita.
Ia juga menyoroti konsentrasi wisatawan yang masih terkumpul di sedikit destinasi utama nasional. “Saya lihat 70 persen daripada wisatawan kita itu hanya dari tiga destinasi, Bali, Batam, dan Jakarta,” kata Evita.
Menurut Evita, stagnasi destinasi prioritas menunjukkan persoalan mendasar bukan pada penetapan lokasi unggulan. “Berarti bukan destinasinya yang salah, yang salah itu adalah pengelolaannya,” ucap Evita.
Evita mendorong perbaikan tata kelola destinasi melalui fokus pengembangan terbatas dan pemetaan tata ruang pariwisata nasional. Ia menilai pemerataan manfaat pariwisata menjadi tantangan utama agar pertumbuhan sektor bersifat inklusif dan berkelanjutan.(*)

