Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Mata Uang Iran Anjlok, Ketegangan Ekonomi Meningkat

Teheran : Rial Iran jatuh ke rekor terendah terhadap dolar AS pada Rabu, 28 Januari 2026. Nilai dolar diperdagangkan di atas 1.580.000 rial (Rp24.228) di pasar domestic, dilansir dari Xinhua.
Mata Uang Iran Anjlok, Ketegangan Ekonomi Meningkat

Penurunan ini mempercepat tren yang dimulai sejak akhir pekan lalu, ketika nilai rial berada di sekitar 1.510.000. Sejak awal bulan, rial telah kehilangan sekitar 5 persen nilainya.

Menurut Nour News, penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan internasional dan kebijakan ekonomi domestik. Faktor lainnya termasuk fluktuasi pasar global serta meningkatnya permintaan lokal terhadap mata uang asing.

Pemerintah Iran berupaya menstabilkan pasar dengan mengangkat kembali Abdolnaser Hemmati sebagai gubernur Bank Sentral. Ia menggantikan Mohammad-Reza Farzin, yang sebelumnya mengundurkan diri.

Hemmati diberi tugas menekan hiperinflasi, menstabilkan nilai tukar, serta menangani ketidakseimbangan perbankan dan korupsi ekonomi yang sudah lama terjadi. Meskipun nilai rial jatuh tajam, Hemmati meremehkan volatilitas dan menyatakan bahwa pasar valuta asing mengikuti “alur alami”-nya.

Penurunan nilai rial ini juga memicu ketegangan domestik. Bulan lalu, para pedagang di Grand Bazaar Teheran menutup toko mereka untuk memprotes jatuhnya nilai mata uang.

Mereka juga menolak rencana pemerintah yang menghapus sebagian subsidi makanan dan bahan bakar. Demonstrasi yang dimulai pada 28 Desember dengan cepat menyebar ke seluruh Iran, mulai mengambil dimensi politik, hingga berubah menjadi kekerasan.

Otoritas Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel memicu kerusuhan, menyebutnya sebagai provokasi asing. Ketegangan ini mencerminkan tekanan ekonomi yang dihadapi Iran serta ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah.(*)

Hide Ads Show Ads