Hari ini
Cuaca 0oC
BREAKING NEWS

Jalan Koto Tuo Amblas Diterjang Banjir, 235 KK di Batu Busuk Padang Terisolasi

Padang :;Akses utama yang menghubungkan Koto Tuo menuju Batu Busuk di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terputus total pada Jumat, 2 Januari 2026, dini hari. Amblasnya badan jalan akibat terjangan banjir ini mengakibatkan sedikitnya 235 Kepala Keluarga (KK) kini dalam kondisi terisolasi.
Akses utama yang menghubungkan Koto Tuo menuju Batu Busuk di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terputus total pada Jumat, 2 Januari 2026, dini hari

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengonfirmasi bahwa amblasnya jalan terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Hujan deras yang mengguyur sejak malam sebelumnya memicu debit air meningkat hingga menggerus sisa badan jalan.

"Kondisi jalan saat ini sudah tidak mungkin lagi dilewati, baik oleh kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki. Akses menuju Batu Busuk benar-benar terputus," ujar Hendri saat dikonfirmasi, Jumat pagi.

Terpisah, Lurah Kapalo Koto, Afriwarman, menjelaskan bahwa kerusakan paling krusial berada di depan SMPN 44, RT 03, RW 04. Jalan tersebut merupakan akses tunggal warga untuk mencapai jembatan Batu Busuk. Menurutnya, struktur tanah di lokasi tersebut memang sudah rawan pasca-banjir bandang beberapa waktu lalu.

"Sebelumnya jalan itu memang sudah kritis karena tergerus. Kini, terjangan banjir susulan membuatnya amblas sepenuhnya," kata Afriwarman.

Menanggapi situasi tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Pauh telah memasang garis polisi dan menutup total area terdampak. Langkah ini diambil guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa karena kondisi tanah yang masih labil.

Hingga saat ini, pihak kelurahan dan BPBD tengah berkoordinasi untuk mencari solusi cepat, termasuk kemungkinan pembukaan jalan setapak darurat agar bantuan logistik tetap bisa masuk ke wilayah yang terisolasi.

Sebagian warga Batu Busuk yang sebelumnya sudah terdampak banjir bandang dilaporkan telah dievakuasi ke Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Lubuk Buaya. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan warga dari ancaman cuaca ekstrem yang masih melanda Kota Padang.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads