Geng Kriminal Picu Kekerasan, Guatemala Tetapkan Status Darurat
Kota Guatemala : Presiden Guatemala Bernardo Arévalo menetapkan status darurat nasional selama 30 hari pada Minggu, 18 Januari 2026. Status tersebut ditetapkan menyusul aksi geng kriminal yang menyebabkan delapan anggota polisi meninggal dunia.
Melansir dari South China Morning Post, kebijakan ini diambil untuk menekan eskalasi kekerasan yang meluas di sejumlah wilayah negara tersebut. Pembunuhan terhadap para polisi terjadi di ibu kota Guatemala dan wilayah sekitarnya.
Tragedi tersebut terjadi sehari setelah narapidana yang berafiliasi dengan geng menyandera 46 orang di tiga penjara. Penyanderaan itu dilakukan untuk menuntut agar para pemimpin geng dipindahkan ke fasilitas dengan tingkat keamanan yang lebih rendah.
Pemerintah menyatakan, telah berhasil mengambil alih kembali seluruh penjara yang sempat dikuasai narapidana. Menteri Dalam Negeri Marco Antonio Villeda menyebut, pembunuhan tersebut sebagai aksi balasan dari kelompok kriminal yang ia sebut sebagai teroris.
Selain delapan korban tewas, 10 polisi lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara satu anggota geng yang diduga terlibat juga tewas. Sebagai bagian dari operasi pengamanan, polisi dan militer Guatemala melakukan penggerebekan dini hari di Penjara Keamanan Maksimum Renovación I.
Operasi tersebut didukung kendaraan lapis baja dan penggunaan gas air mata untuk merebut kembali kendali penjara. Operasi tersebut berhasil membebaskan para sandera tanpa korban jiwa, sekaligus menangkap pemimpin geng Barrio 18, Aldo Dupie alias “El Lobo”.
Ketua Kongres menyerukan persatuan nasional untuk menghadapi krisis keamanan ini. Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Guatemala meminta personelnya untuk berlindung di tempat dan menghindari kerumunan.
Selain itu, pemerintah juga mengumumkan penutupan sekolah-sekolah. Militer Guatemala ditegaskan akan tetap dikerahkan di jalan-jalan untuk membongkar jaringan kriminal.(*)

