Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Es Gabus, Jajanan Jadul yang Kembali Viral

Jakarta : Kasus viral penjual es gabus dituduh menggunakan bahan spons dipastikan tidak benar, hasil pemeriksaan menyatakan produk aman dikonsumsi. Peristiwa ini memicu perhatian publik luas, menimbulkan simpati masyarakat terhadap Sudrajat, pedagang kecil di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Ilustrasi es gabus

Es gabus merupakan jajanan tradisional berwarna-warni berbahan dasar tepung hunkwe, santan, gula, serta pewarna makanan alami. Nama es gabus berasal dari tekstur khasnya kenyal menyerupai gabus saat cair, menghadirkan rasa manis yang digemari anak-anak. 

Sejarah es gabus diyakini sejak masa kolonial Belanda, dipengaruhi budaya Tionghoa di Indonesia kemudian berkembang menjadi jajanan masyarakat. Popularitasnya mencapai puncak pada era 1980-an hingga 1990-an, menjadi jajanan murah meriah penuh nostalgia lintas generasi.

Kepopuleran es gabus kini menurun karena bersaing dengan es krim modern, gelato, serta minuman cepat saji. Proses pembuatan yang rumit membuat pedagang tradisional beralih menjual produk es yang lebih praktis mengikuti tren pasar.

Kasus viral Sudrajat bermula dari video di media sosial yang menuding es gabus dagangannya menggunakan bahan spons berbahaya. Tudingan tersebut memicu keresahan publik dan berdampak pada usahanya, sebelum aparat memastikan es gabus aman dikonsumsi.

Aparat yang sempat menuding pedagang akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas tindakan tergesa-gesa tanpa bukti kuat. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video empat menit, dirilis Polres Metro Jakarta Pusat pada Selasa, 27 Januari 2026.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Ikhwan dalam video permintaan maaf.

Polres Metro Jakarta Pusat memastikan es gabus aman dikonsumsi, tidak mengandung bahan berbahaya seperti polyurethane foam (PU Foam). Kepastian didapatkan setelah Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memeriksa sampel es kue, gabus, agar-agar, dan coklat dari pedagang.

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta.(*)

Hide Ads Show Ads