Trump Akui Perang Iran Jadi Biang Kekalahan Republik di Midterm AS
WASHINGTON— Presiden AS Donald Trump menilai keputusan konflik Timur Tengah menjadi faktor utama kegagalan Partai Republik mengamankan kursi Kongres.
Donald Trump menyampaikan bahwa kekalahan Partai Republik dalam pemilihan umum sela (midterm elections) baru-baru ini "sebagian besar benar" disebabkan oleh eskalasi konflik militer dengan Iran. Meski demikian, ia menegaskan tetap akan mengambil keputusan politik luar negeri yang sama jika situasi serupa terjadi kembali.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam kemunculan resminya di hadapan media guna merespons hasil pemilu yang mencatat pergeseran peta kekuatan politik di Amerika Serikat, Rabu 4 November 2026.
Langkah Trump berbanding lurus dengan analisis eksternal, meski memicu dinamika internal di lingkaran eksekutif. Sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance mengutarakan pandangan yang sejalan.
Menurut analisis koresponden pers internasional di Washington, pernyataan terbuka Vance yang menyebut perang sebagai faktor kunci kekalahan menandai adanya jarak pandang politik antara dirinya dan Trump.
*Dominasi Demokrat dan Posisi Senat Terakhir*
Hasil penghitungan suara memastikan Partai Demokrat meraih kemenangan signifikan dengan merebut kendali penuh atas Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari kekuasaan Republik. Perubahan peta legislatif ini secara langsung membatasi ruang gerak kebijakan administrasi mendatang.
Berdasarkan tinjauan analisis BBC Verify, perubahan peta kekuatan di Capitol Hill berpotensi memicu penggunaan wewenang veto oleh pihak eksekutif guna menghambat agenda perundang-undangan yang diusung kubu Demokrat.
Hingga laporan ini diturunkan, persaingan memperebutkan dua kursi Senat terakhir masih berlangsung ketat:
- Mississippi: Perhitungan awal menunjukkan selisih suara yang sangat tipis antar-kandidat.
- Alaska: Proses rekapitulasi surat suara masih berjalan lambat akibat kondisi geografis dan verifikasi dokumen.(*)
