HEBOH! Aleh Medan Ditawari Rp80 Juta Biar Bungkam Soal Karhutla! Gerindra Medan Minta Kapolda Sumut Usut Tuntas
Medan ; Jagat media sosial dihebohkan pengakuan selebgram asal Medan, Rahmat Hidayat alias Aleh Medan @alehhh22, yang mengaku ditawari kerja sama senilai Rp80 juta dengan syarat tidak membahas isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pengakuan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (17/10/2026). Dalam unggahan video, Aleh memperlihatkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berisi penawaran pembuatan satu video Instagram Reels berdurasi sekitar 60 detik.
Dalam tangkapan layar yang beredar tertulis: "Estimasi timeline: 20 Oktober 2026 — Fee: Rp80.000.000 — SOW: 1x Instagram Reels dengan durasi 60 detik" dengan klausul tambahan: "tidak membuat pernyataan maupun konten yang secara khusus membahas isu bencana asap Karhutla selama periode campaign berlangsung."
Pengirim pesan disebut berinisial R / Rasman dengan label "RI" di akhir pesan, dan sempat disebut-sebut mencatut nama Komisi IV DPR RI. Namun hingga kini, keaslian screenshot tersebut belum terverifikasi secara independen dan masih berupa klaim sepihak dari pengunggah.
Menanggapi pengakuan yang viral tersebut, Ketua Gerindra Medan sekaligus Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Ihwan Ritonga, meminta Kapolda Sumatera Utara melalui Direktorat Reserse Siber (Diresiber) untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut.
Ihwan mendorong kepolisian menelusuri identitas pihak yang diduga menawarkan kerja sama tersebut, termasuk mengungkap siapa yang berada di balik penawaran itu dan sumber anggaran Rp80 juta tersebut.
Ia menegaskan dua kemungkinan harus diusut tuntas. Apabila penyelidikan menemukan adanya pelanggaran hukum terkait upaya membungkam informasi lingkungan, pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, jika informasi tersebut tidak terbukti benar dan diduga dibuat-buat untuk kepentingan konten, kepolisian diharapkan dapat mengungkap fakta yang sebenarnya agar tidak menimbulkan keresahan.
"Kami meminta Polda Sumut untuk mengusut tuntas. Kalau tidak benar, hanya dibuat-buat untuk kepentingan konten karena kebencian terhadap pemerintah, kita meminta Polda Sumut menangkap konten kreator tersebut," ujar Ihwan.
Aleh sendiri dalam videonya mengaku menolak tawaran tersebut. Ia menyoroti kondisi Medan yang dipenuhi asap dan mahalnya harga masker, sehingga masyarakat dirugikan dan kesehatan terancam.
Hingga berita ini diturunkan, kasus ini masih menjadi perbincangan publik dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.(*)
📍 *Kronologi:
- 17 Okt 2026: Aleh Medan unggah video + screenshot WA
- Isi: Fee Rp80 Juta — 1 Reels 60 detik — timeline 20 Okt 2026 — syarat jangan bahas karhutla
- Pengirim: Inisial R — klaim belum terverifikasi
- Respon: Ihwan Ritonga (Gerindra Medan / Wakil Ketua DPRD Sumut) minta Siber Polda Sumut usut
⚖️ Status: Dugaan — belum ada penetapan hukum — menunggu forensik digital dan klarifikasi kedua belah pihak .
