Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Harga Cabai Naik Jadi Rp100 Ribu per Kg, Pedagang Warteg Siasati Sambal Pakai Tomat

Jakarta  – Pedagang warung Tegal (warteg) menyiasati kenaikan harga cabai dengan mengganti sebagian bahan sambal menggunakan tomat. Ketua Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni, mengatakan langkah tersebut membantu menekan biaya operasional.
Cabai Mahal, Ketua Kowantara: Pedagang Warteg Tekan Biaya Biar Pelanggan Tak Kabur

“Untuk sementara kita substitusi bahan, artinya kita mengganti cabai yang mahal, misalnya cabai rawit, dengan tomat. Kita berharap pelanggan memahami kondisi ini karena harga cabai sedang mahal,” ujarnya, Minggu (25/10/2026).

Ia menjelaskan pedagang perlu mengatur pengeluaran agar usaha tetap berjalan di tengah kenaikan harga bahan baku. Pedagang berusaha mempertahankan harga makanan agar pelanggan tidak beralih.

“Kalau menaikkan harga, nanti akan membuat pelanggan lari atau bagaimana. Artinya, kita menggerus keuntungan sendiri,” ucapnya.

Ia menyebut kenaikan terjadi pada beberapa jenis cabai. Harga cabai merah keriting, misalnya, meningkat dari Rp35.000 menjadi Rp100.000 per kilogram.

Ia mengakui penggantian bahan belum mampu menekan biaya secara signifikan. Namun pedagang tetap berupaya mengurangi pengeluaran sambil menunggu harga kembali stabil.

“Sebenarnya tidak seberapa, cuma daripada tekanan operasional membengkak, mungkin bisa dikurangi sedikit. Kita berharap kenaikan harga cabai ini hanya sementara,” ujarnya.

Kebutuhan cabai setiap warteg bergantung pada jumlah menu dan porsi harian. Mukroni menyebut warteg dengan sekitar 30 menu dapat membutuhkan 3 hingga 7 kilogram cabai sehari.

“Untuk warteg yang menunya sekitar 30 sampai 50 porsi, kita butuh sekitar tiga sampai tujuh kilogram per hari. Kalau wartegnya besar, tentu kebutuhan cabainya lebih banyak,” ucapnya.

Kenaikan harga bahan baku dapat mengurangi keuntungan ketika harga jual tetap. Karena itu pedagang perlu menyesuaikan penggunaan bahan tanpa mengabaikan kebutuhan pelanggan.

Selain cabai, biaya operasional warteg mencakup bahan makanan lain, sewa tempat, dan tenaga kerja. Pedagang harus menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual.

Ia menyebut sebagian pedagang dapat menggunakan cabai kering sebagai alternatif. Harganya berpotensi lebih murah 10 sampai 20 persen dibanding cabai segar yang sedang naik.

“Yang kering bisa sampai 10 sampai 20 persen lebih murah dari harga sekarang. Jadi, itu juga bisa menjadi salah satu alternatif bagi pedagang warteg,” ujarnya.

Ia menilai kondisi cuaca dapat memengaruhi harga komoditas pangan, termasuk cabai dan tomat. Jika harga tomat ikut meningkat, pedagang juga perlu mempertimbangkan alternatif lain.(*)

Hide Ads Show Ads