Anggaran Pilkades Rp6,7 Miliar di 67 Desa Karawang Tak Cair, Panitia Ancam Mundur Massal hingga Ngutang Pinjol
Karawang : Anggaran operasional Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 sebesar Rp6,7 miliar di 67 desa di Kabupaten Karawang yang tak kunjung cair memicu keresahan panitia di tingkat desa.
![]() |
| Anggaran Pilkades Rp6,7 Miliar di 67 Desa Karawang Tak Cair, Panitia Ancam Mundur Massal hingga Ngutang Pinjol |
Sejumlah panitia 11 Pilkades di Kecamatan Rengasdengklok bahkan mengancam mengundurkan diri secara massal karena kesulitan membiayai tahapan pemilihan.
Pasalnya, sejumlah tahapan Pilkades membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari pemberkasan bakal calon kepala desa, pendaftaran dan verifikasi data pemilih oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), hingga pengadaan kebutuhan logistik.
Bahkan, muncul kabar sejumlah anggota panitia terpaksa menggunakan pinjaman online (pinjol) untuk menutupi kebutuhan operasional dan tagihan yang terus menumpuk.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalangsari, Dedi Sutisna, membenarkan adanya ancaman pengunduran diri dari jajaran panitia Pilkades di wilayahnya.
"Memang benar, Pak (ancaman mundur massal) termasuk di desa saya Kalangsari juga. Tetapi kami memberikan dana talangan agar panitia tetap bisa bekerja," ujar Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (21/10).(*)
