Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Penjelasannya

Jakarta : Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan. Hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 10.25 WIB, lima bandara di wilayah Jawa dan Sumatera ditutup sementara.

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Penjelasannya

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria menjelaskan, arah sebaran abu vulkanik dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, hingga jumlah material yang dikeluarkan.

"Jadi arah sebaran abu ini sangat dipengaruhi oleh arah kecepatan angin pada berbagai ketinggian. Jadi tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, dan jumlah material yang dikeluarkan itu sangat mempengaruhi arah sebaran abu tersebut," kata Lana dalam konferensi persnya, dikutip Minggu, 6 September 2026.

"Oleh sebab itu, arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat dan harus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini," lanjutnya.

Lana mengatakan potensi dampak sebaran abu vulkanik dapat semakin luas apabila kolom erupsi semakin tinggi dan erupsi berlangsung lebih lama.

"Potensi dampak yang lebih luas ini akan meningkat apabila kolom erupsi menjadi lebih tinggi, erupsi berlangsung lebih lama, atau angin membawa abu ke jalur penerbangan dan wilayah pemukiman penduduk," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan penutupan sejumlah bandara dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan setelah abu vulkanik terpantau mencapai sejumlah wilayah di sekitar bandara.

Bandara Soekarno-Hatta ditutup mulai pukul 8.36 hingga 13.30 WIB. Sementara Bandara Halim Perdanakusuma ditutup mulai pukul 9.49 hingga 14.00 WIB.

Bandara Radin Inten II di Lampung dan Bandara Pondok Cabe juga dijadwalkan ditutup hingga pukul 14.00 WIB. Adapun Bandara Budiarto Curug ditutup hingga pukul 13.30 WIB.

Teuku Faisal mengatakan pemerintah terus memantau pergerakan abu vulkanik untuk menentukan langkah selanjutnya terkait operasional penerbangan maupun penanganan dampak erupsi.

BMKG juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Pelaksanaan operasi tersebut berpotensi dipindahkan dari lokasi awal untuk menghindari bandara yang terdampak abu vulkanik.(*)

Hide Ads Show Ads