Saudi Kutuk Upaya Serangan Houthi ke Makkah
Karawang : Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kecaman keras atas tindakan milisi Houthi yang meluncurkan wahana nirawak atau drone menyasar kawasan kota suci Makkah, Rabu, 16 september 2026. Insiden yang berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara kerajaan tersebut memicu gelombang kecaman luas dari berbagai negara Islam dan organisasi internasional.
![]() |
| Umat Islam saat menunaikan ibadah umrah di Masjidilharam di kota suci Makkah, Arab Saudi, 14 September 2026. [Foto: Arab News] |
Melalui keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa aksi penyerangan tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata serta pengulangan atas praktik teror yang menargetkan tempat-tempat suci umat Islam.
"Tindakan pengecut dan aksi teroris terhadap kota suci ini merupakan pengulangan praktik milisi Houthi dalam menargetkan serta melanggar kesucian situs-situs suci," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dikutip dari laporan diplomatic dan Arab News, Kamis, 17 September 2026.
Pemerintah Riyadh mencatat, insiden ini merupakan percobaan kedua kalinya setelah upaya serupa terjadi pada 27 Juli 2017 silam. Pihak kerajaan memuji kesigapan Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi yang berhasil mencegat dan menghancurkan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara terlarang Makkah.
Sebagai respons atas eskalasi tersebut, Arab Saudi mendesak komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap berbagai serangan milisi Houthi yang tidak hanya menyasar aset sipil dan ekonomi kerajaan, tetapi juga mengancam kebebasan navigasi maritim internasional.
Kerajaan menegaskan hak berdaulatnya untuk mengambil seluruh tindakan yang diperlukan guna melindungi keamanan dua masjid suci, para jemaah, serta wilayah teritorialnya.
Kecaman serupa turut disampaikan oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Sekretariat OKI menilai bahwa tindakan teroris yang dilakukan oleh milisi Houthi terhadap situs suci dan infrastruktur sipil sangat mencederai nilai-nilai Islam serta norma hukum internasional.
"Tindakan ini menanamkan rasa takut di kalangan warga sipil yang tak berdosa, melanggar kesucian situs-soci serta masjid, dan memprovokasi sentimen umat Islam di seluruh dunia," tulis OKI dalam pernyataan resminya.
Organisasi Dunia Muslim (Muslim World League) melalui Sekretaris Jenderalnya, Syaikh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, turut melayangkan kecaman senada. Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan mendasar dan nilai agama yang mulia.
Dukungan dan solidaritas penuh bagi keamanan Arab Saudi juga disuarakan oleh sejumlah pemimpin regional dan internasional, di antaranya Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Mohamed AlBudaiwi, Sekretaris Jenderal Liga Arab, serta pemerintah dari berbagai negara sahabat seperti Qatar, Kuwait, Yordania, Mesir, Bahrain, hingga Pakistan.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dalam pernyataan resminya melalui media sosial menegaskan bahwa Pakistan berdiri bersama Arab Saudi untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorial kerajaan. Ia juga menekankan pentingnya jalur diplomasi dan dialog sebagai solusi berkelanjutan guna meredakan ketegangan di kawasan.(*)
![Umat Islam saat menunaikan ibadah umrah di Masjidilharam di kota suci Makkah, Arab Saudi, 14 September 2026. [Foto: Arab News] Umat Islam saat menunaikan ibadah umrah di Masjidilharam di kota suci Makkah, Arab Saudi, 14 September 2026. [Foto: Arab News]](https://lh3.googleusercontent.com/-hgifc9NMcr8/aquwN0VrOlI/AAAAAAAHWQs/CyuUOSWobSkbyQbSmVCamrkymhMLdPqawCNcBGAsYHQ/s1600-rw/318430.jpg)