Gunung Merapi dan Lima Lainnya Masih Siaga
Karawang: Badan geologi mengimbau masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi batas radius aman.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa enam gunung berapi di Indonesia saat ini masih bertahan pada Level 3 atau Siaga. Pengamatan ketat ini dilakukan menyusul dinamika aktivitas seismik yang terpantau aktif di berbagai wilayah nusantara.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) via platform pemantauan Magma Indonesia pada Selasa, 8 September 2026, aktivitas signifikan tercatat terjadi pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami dua kali erupsi pada Selasa pagi.
Kendati letusan visual tidak terlihat secara langsung karena tertutup kabut, instrumen seismograf merekam letusan pertama pada pukul 05.08 WIB dengan amplitudo maksimum 47 milimeter berdurasi 15 detik. Letusan susulan terjadi selang beberapa menit kemudian pada pukul 05.34 WIB dengan amplitudo 44 milimeter.
"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta para pendaki diimbau untuk tidak mendekati kawasan kawah aktif dan menjaga jarak aman dalam radius tiga kilometer," demikian instruksi keselamatan resmi dari pihak otoritas vulkanologi.
Selain Anak Krakatau, lima gunung api lain yang turut menyandang status Siaga meliputi Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Sinabung di Sumatra Utara, serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.
Dua gunung api lainnya yang melengkapi daftar siaga ini terus dipantau secara intensif oleh tim Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) setempat guna mengantisipasi segala kemungkinan perubahan tingkat ancaman.
Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta senantiasa merujuk pada informasi resmi yang dirilis oleh instansi kebencanaan yang sah guna menghindari informasi yang tidak akurat.(*)
