Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Suasana Makin Sengit, AFC Ikut Tolak Rencana Presiden FIFA, Penasihat Senior Mundur

Swis : Penolakan AFC terhadap rencana Presiden FIFA mengomersialisasi turnamen berujung pengunduran diri seorang penasihat senior di badan sepak bola dunia itu.
Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual saham kompetisi—utamanya Piala Dunia—kepada investor swasta mendatangkan kecaman banyak pihak yang jumlahnya terus bertambah. Tidak hanya badan sepak bola regional, pejabat publik sekelas Perdana Menteri Inggris Andy Burham pun buka suara.

Terkini, ide Infantino untuk mengomersialisasikan Piala Dunia tidak hanya mendapat penolakan dari tiga konfederasi sepak bola namun juga membuat mundur Carlos Cordeiro, seorang penasihat senior Presiden FIFA

Menurut Burnham, Infantino adalah “sosok yang keliru” untuk memimpin FIFA, menyusul pengunduran diri Cordeiro dan penolakan dari konfederasi ketiga terhadap rencananya menjual saham kompetisi kepada investor swasta.

“Ini (menjual saham kompetisi kepada adalah usulan yang keterlaluan. Fakta bahwa gagasan ini bahkan bisa dimunculkan menunjukkan bahwa, menurut pandangan saya, (dia) adalah orang yang salah untuk memimpin organisasi ini,” ucap Burham seperti dikutip BBC Sport, Jumat (31/7/2026).

Burnham menyampaikan hal tersebut beberapa jam setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan “solidaritas” dengan rekan-rekan mereka di Eropa (UEFA) serta Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia (Concacaf).

AFC menjelaskan bahwa rencana Infantino tidak mungkin secara realistis mencapai konsensus luas dan persatuan yang diperlukan untuk melangkah maju.

“Piala Dunia FIFA adalah puncak sepak bola dunia dan kekuatannya bersumber dari partisipasi seluruh konfederasi serta negara-negara sepak bola terkemuka di dunia,” demikian pernyataan AFC.

“Karena itulah setiap usulan yang berisiko merusak persatuan dan karakter universal kompetisi ini harus ditinjau kembali.”

AFC mengatakan kegagalan FIFA untuk berkonsultasi dengan asosiasi anggotanya mengenai proposal tersebut telah “mengungkapkan kelemahan mendasar dalam proses konsultasi dan pengambilan keputusan FIFA yang sekarang harus diatasi”.

AFC juga mengkritik FIFA karena membuat konfederasi, asosiasi anggota, dan bahkan badan pengatur FIFA sendiri, termasuk Dewan FIFA, merasa terpinggirkan.

AFC menambahkan: “Piala Dunia FIFA, dan permainan itu sendiri, milik seluruh keluarga sepak bola global. Masa depan mereka harus selalu dibentuk secara kolektif, melalui lembaga-lembaga yang mencerminkan suara semua Konfederasi dan asosiasi anggota.

“AFC menyerukan kepada FIFA untuk melakukan peninjauan mendesak terhadap kerangka kerja tata kelola dan pengambilan keputusannya untuk memastikan bahwa proposal yang memiliki signifikansi global dikembangkan melalui konsultasi yang tepat, keterlibatan yang bermakna, dan pengawasan yang sesuai oleh badan-badan hukum FIFA.”

Pernyataan AFC di atas mengisyaratkan bahwa rencana Infantino kemungkinan besar tidak akan disetujui oleh anggota FIFA jika dilakukan pemungutan suara.

Infantino sebelumnya mengindikasikan bahwa usulan tersebut memerlukan suara mayoritas sederhana untuk dapat disahkan—artinya, 106 dari 211 anggota harus memberikan suara mendukung usulan itu.

UEFA—badan yang mengatur sepak bola Eropa—memiliki 55 suara. Concacaf, yang menaungi sepak bola di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia, memiliki 35 suara, sedangkan Asia memiliki 46 suara.

Jika seluruh asosiasi anggota mendukung sikap badan induk mereka masing-masing, maka itu berarti ada 136 negara yang menentang rencana Infantino.

Pengunduran Diri Penasihat Presiden FIFA

Tidak lama setelah pernyataan AFC itu, Cordeiro—penasihat senior Infantino untuk strategi global dan tata kelola—mengundurkan diri. Ia menyebut usulan tersebut sebagai “kesepakatan buruk bagi sepak bola” dan langkah yang akan “menggadaikan masa depan sepak bola”.

Cordeiro telah menjabat sebagai penasihat senior FIFA selama empat tahun 11 bulan. Ia mewakili badan sepak bola dunia tersebut dalam gugus tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026 dan merupakan mantan bankir investasi di Goldman Sachs.

Ditunjuk pada September 2021, Cordeiro menjadi pejabat senior pertama di FIFA yang mengundurkan diri akibat rencana tersebut.

Dalam pernyataan yang panjang, Cordeiro menyatakan penolakannya secara tegas terhadap rencana itu dan mengatakan ia "tidak dapat menerima gagasan" bahwa FIFA membutuhkan investor luar untuk “menggali nilai yang lebih besar”.

“Usulan ini telah menjadi isu penentu bagi masa depan FIFA. Tanggung jawab FIFA bukanlah memaksimalkan keuntungan komersial dengan segala cara. Tanggung jawabnya adalah melindungi dan memperkuat sepak bola demi generasi mendatang,” katanya.

“Ketika prinsip-prinsip tersebut berbenturan, sepak bola harus diutamakan,” ucap Cordeiro seraya menambahkan bahwa ia tidak terlibat dalam usulan ini.

“Yang paling mengkhawatirkan adalah tidak adanya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar. Mengapa kesepakatan ini? Mengapa sekarang? Pengawasan seperti apa yang diterapkan? Siapa yang diuntungkan?” tuturnya.

“Pertanyaan-pertanyaan ini sebagian besar masih belum terjawab, namun asosiasi anggota diminta untuk mengambil keputusan yang berdampak sangat besar dalam waktu kurang dari 50 hari, atau menghadapi risiko tertinggal. Itu bukanlah cara yang bertanggung jawab untuk menentukan masa depan olahraga dunia ini.” (*)

Hide Ads Show Ads