Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kekeringan Meluas, BPBD Tangsel Salurkan Air ke Empat Lokasi

Tangerang : Kekeringan yang melanda Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai meluas. Jumlah titik yang mengalami krisis air bersih bertambah dari tiga menjadi empat lokasi.
BPBD Kota Tangerang Selatan menyalurkan air bersih kepada wara di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan yang Dilanda Kekeringan, Jumat 18 Juli 2026
BPBD Kota Tangerang Selatan menyalurkan air bersih kepada wara di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan yang Dilanda Kekeringan, Jumat 18 Juli 2026

Sehingga BPBD Kota Tangsel kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Pada pendistribusian, BPBD menyalurkan air bersih ke empat titik di Kelurahan Keranggan, yakni RT 02/RW 01, RT 04/RW 02, RT 11/RW 04, dan RT 13/RW 05.

Satgas BPBD Kota Tangsel, Coky Harianto mengatakan penambahan titik distribusi menunjukkan wilayah terdampak kekeringan semakin bertambah dibandingkan sebelumnya. "Awalnya tiga titik, sekarang bertambah menjadi empat titik," ujarnya, Jumat 18 Juli 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD mengirimkan sekitar 5.000 liter air bersih ke lokasi terdampak. "Untuk hari ini kita dari BPBD Kota Tangerang Selatan mengirimkan 5.000 liter air untuk empat titik yang ada di Kelurahan Keranggan," kata dia.

Menurut Coky, penyaluran bantuan air bersih telah dilakukan secara rutin sejak 8 Juli 2026. BPBD terus memantau perkembangan di lapangan dan menambah distribusi apabila ditemukan wilayah baru yang mengalami kekeringan.

"Pendistribusiannya kita sejak tanggal 8 Juli sampai dengan hari ini. Setiap hari kita mengirim kurang lebih 6.000 liter ke daerah yang terdampak kekeringan," ucapnya.

Ia menjelaskan distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari lingkungan setempat. Usulan diajukan oleh RT dan RW melalui kelurahan, kemudian diteruskan kepada BPBD untuk segera ditindaklanjuti.

"Kita berdasarkan permintaan dari lingkungan bersurat RT RW melalui kelurahan, lalu kemudian dari kelurahan menginformasikan ke BPBD. Langsung kita tindak lanjuti dengan mengirim bantuan air bersih ke daerah yang terdampak," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan distribusi, BPBD Tangsel telah berkoordinasi dengan Perumda Air Minum setempat sebagai penyedia pasokan air bersih. BPBD mengimbau masyarakat yang mulai mengalami kesulitan air bersih agar segera melapor melalui RT, RW dan kelurahan agar bantuan dapat segera disalurkan.

"Caranya cukup bersurat melalui kelurahan setempat dengan melampirkan jumlah kepala keluarga yang terdampak. Lalu dikirim ke BPBD Kota Tangsel untuk langsung kita tindak lanjuti," kata dia.

Sementara, Ketua RW 02 Kampung Koceak, Nasrullah mengatakan dari tiga RT yang berada di wilayahnya, dua RT terdampak kekeringan, yakni RT 04 dan RT 06. Menurutnya, kondisi paling parah terjadi di RT 06 karena letak geografis dan kondisi tanah yang membuat sumber air lebih cepat mengering.

"RT 6 ini yang paling parah. Dari kultur tanahnya, ada yang di atas, ada yang di bawah. Sehingga sumurnya cepat kering," ujar Nasrullah.

Ia menjelaskan sebagian sumur warga masih mengeluarkan air, tetapi debitnya sangat kecil. Sehingga harus menunggu beberapa saat sebelum bisa digunakan kembali.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga menjadi terbatas, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. "Ada sumur yang airnya tinggal sedikit, harus ditunggu dulu baru bisa diambil lagi," katanya.(*)

Hide Ads Show Ads