Jafar/Felisha Melangkah ke Semifinal Indonesia Masters 2026
Jakarta: Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, melangkah ke semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026. Bertanding di Istora Senayan, mereka mengalahkan pasangan Perancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dengan skor 13-21, 22-20, dan 21-16.
Jafar/Felisha menghadapi Thom/Delphine dalam perempat final di lapangan 1 Istora Senayan, pada Jumat, 23 Januari 2026, sore WIB. Ganda campuran rangking 9 dunia itu mengalahkan ganda campuran Perancis dalam drama ‘rubber game’.
Thom/Delphine bermain agresif, menekan Jafar/Felisha sejak awal gim pertama. Kedua juara Indonesia Open tahun 2025 itu dengan cepat mencetak poin hingga 5-9, namun Jafar/Felisha mampu menyerang balik.
Mereka mampu mengejar ketertinggalan dengan mencetakkan 7 poin secara beruntun dan merebut keunggulan menjadi 12-9. Namun, momentum itu tidak bertahan lama untuk Jafar/Felisha saat Thom/Delphine balik menyerang dan mencetak 8 poin secara beruntun.
Gim pertama menjadi milik pasangan Perancis dengan skor akhir 13-21. Pada gim kedua, Thom/Delphine kembali mendominasi awal permainan, meninggalkan lawannya 6-2 dengan cepat.
Jafar/Felisha coba mengambil inisiatif untuk menghadapi tantangan itu dan dengan cepat kedua ganda campuran beradu dalam perebutan poin. Thom/Delphine mampu memperlebar jarak dengan permainan tempo cepat mereka, kedudukan yang semula 13-13 menjadi 17-13.
Kendati demikian, Jafar/Felisha mampu merespons dengan tenang dan dengan lihai memaksa lawan untuk bermain ke kondisi ‘deuce’. Momentum pasangan Perancis berakhir di sini, ketika pasangan Indonesia mampu merebut gim kedua dengan skor akhir 22-20.
Gim ketiga menjadi titik balik pasangan Jafar/Felisha. Sempat beradu poin di awal gim, pasangan Pelatnas PBSI itu mendominasi permainan lepas interval, mengakhiri gim dengan 21-16.
Seusai pertandingan, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menyampaikan rasa syukurnya dapat melangkah ke semifinal. “Puji Tuhan, kita bisa melaju ke semifinal, menuntaskan laga hari ini dengan kemenangan tanpa cedera apa pun. Dapat keluar dari tekanan dan membawa hasil yang baik, tidak mudah, karena lawan juga bermain dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu, Jafar Hidayatullah menjelaskan alasan kekalahan mereka di gim pertama. Menurutnya, tempo cepat dari Thom/Delphine dan angin menjadi tantangan terberat mereka.
“Di gim pertama itu, sehabis interval, mereka mempercepat tempo mereka, seperti (berusaha) mengurung kami terus. Kami juga kalah angin, jadi tenaga tangannya kurang kuat,” ujarnya.(*)

