Rybakina ke Final Ningbo Open Lagi, Tantang Fernandez Setelah Kalahkan Shnaider 6-3, 7-5
Ningbo – Elena Rybakina kembali menembus final Ningbo Open untuk tahun kedua berturut-turut setelah mengalahkan Diana Shnaider. Petenis nomor satu dunia itu menang 6-3, 7-5 dan kini bersiap menghadapi Leylah Fernandez dalam perebutan gelar.
Rybakina membutuhkan waktu 1 jam 35 menit untuk menuntaskan perlawanan Shnaider pada semifinal, Sabtu (24/10/2026) di Ningbo Tennis Center. Ia sempat kesulitan mengamankan set pertama sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan dua set langsung.
Petenis Kazakhstan tersebut baru berhasil mengonversi peluang set point ke-11 setelah sepuluh kesempatan sebelumnya gagal. Rybakina juga kehilangan gim servis saat berpeluang menuntaskan pertandingan, tetapi akhirnya mampu memastikan kemenangan.
Perjalanan Rybakina menuju semifinal tidak mudah karena harus melewati pertarungan tiga set melawan petenis kualifikasi Katarzyna Kawa. Meski menghadapi kendala, ia hanya menghadapi satu break point sepanjang pertandingan melawan Shnaider.
Pada partai puncak, Rybakina akan bertemu Fernandez yang mengalahkan Marie Bouzkova dengan skor 6-3, 7-5 di semifinal. Petenis Kanada itu memastikan kemenangan dalam 1 jam 58 menit setelah merebut tiga gim terakhir.
Hasil tersebut mengantarkan Fernandez ke final keduanya musim ini sekaligus final ke-10 sepanjang kariernya. Sebelumnya, ia menjuarai turnamen di Singapura dan melanjutkan performa positif dalam rangkaian kompetisi Asia.
Pertemuan di Ningbo menjadi duel keenam antara Rybakina dan Fernandez di WTA Tour, sekaligus final pertama mereka. Rybakina unggul 3-2 dalam rekor pertemuan, termasuk kemenangan dalam dua laga terakhir.
Tahun ini, Rybakina juga mengalahkan Fernandez dalam perjalanannya meraih gelar Stuttgart untuk kedua kalinya beruntun. Ia kini berpeluang mengulangi pencapaian tersebut di Ningbo dan mempertahankan gelar juara.
“Pertandingan final tidak pernah mudah, dan tentu saya akan berusaha sebaik mungkin. Saya akan memberikan segalanya besok dan terus berjuang,” kata Rybakina dalam wawancara seusai laga.
Rybakina mengakui gim panjang pada set pertama menjadi tantangan, terutama ketika kesulitan menuntaskan permainan melalui servisnya. “Saya senang pada akhirnya hasilnya berpihak kepada saya,” ujarnya.
Sementara itu, Fernandez mencatatkan delapan break saat menghadapi Bouzkova, meski servisnya beberapa kali kehilangan poin penting. Ia menghasilkan 27 winner dan melakukan 25 unforced error, meski hanya memenangkan 54 persen poin dari servis pertamanya.
“Menurut saya, ini penampilan yang bagus, meskipun mungkin bukan permainan terbaik saya. Saya senang bisa mengatasinya dengan baik dan bermain bagus pada momen penting di hadapan penonton yang luar biasa,” kata Fernandez.
Pertandingan final akan digelar di lapangan utama Ningbo Tennis Center pada Minggu (25/10/2026). Laga ini akan menjadi kesempatan bagi kedua petenis untuk menambah koleksi gelar sekaligus menguji konsistensi sepanjang turnamen.(*)
