Paha Besar Bikin Panjang Umur? Ini Faktanya
Karawang : Isu bahwa orang dengan paha besar punya peluang hidup lebih lama kini ramai diperbincangkan. Banyak yang percaya ukuran paha bisa jadi indikator panjang umur.
Namun dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Yunita Aryani menegaskan anggapan itu tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, besar kecilnya ukuran paha tidak serta merta menjadi jaminan seseorang akan hidup lebih lama.
"Lingkar paha yang terlalu kecil memang merupakan penanda rendahnya massa otot atau status gizi yang kurang baik. Namun, bukan berarti semakin besar ukuran paha, semakin panjang pula usia seseorang," ujar Yunita, melansir dari Detik Health, Sabtu (8/9/26).
Lahirnya mitos soal paha besar dan umur panjang ini dimulai dari studi ilmiah yang disalahpahami oleh masyarakat. Studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal (BMJ) menemukan, lingkar paha kecil berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan kematian dini. Namun, studi tak mencatat adanya efek ambang batas.
Begitu ukuran paha mencapai batas ideal tertentu, paha yang bertambah besar tak otomatis bermanfaat untuk kesehatan.
Ia mengatakan, paha terdiri dari kombinasi tulang, massa otot, cairan, dan lemak subkutan. Dua orang dengan lingkar paha yang sama bisa memiliki profil risiko penyakit yang berbeda.
Otot paha sendiri berperan dalam menyerap glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin, mengontrol gula darah, menjaga keseimbangan tubuh, dan menjadi cadangan protein saat tubuh mengalami krisis metabolik.
Lemak di area paha (subkutan) juga cenderung lebih aman dibanding lemak perut (visceral). Lemak visceral jelas lebih berbahaya karena bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular.
"Bukan sekadar seberapa besar pahanya, tetapi apa yang menyusun paha tersebut dan seberapa baik fungsinya," tuturnya.(*)
